Ada Program Pemerintah, Pasar Laptop Indonesia Masih Terbuka Luas

Ada Program Pemerintah, Pasar Laptop Indonesia Masih Terbuka Luas

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 26 Jul 2021 19:45 WIB
Young Asian female freelancer using her laptop and working at home, Small business female owner or Start up small business entrepreneur working online marketing packaging box delivery
Foto: Getty Images/Six_Characters
Jakarta -

Dari 3 sampai 3,5 juta unit laptop yang terjual di Indonesia, hanya 5% yang berasal dari pabrikan lokal. Namun, pasar laptop di Indonesia ini dinilai masih sangat terbuka untuk semua pabrikan, baik lokal maupun global.

Hal ini diutarakan oleh Timothy Siddik, Presdir PT Zyrexindo Mandiri Buana, pemegang merk Zyrex, yang menyebutkan tingkat kepemilikan komputer di Indonesia masih sangat rendah.

"Penetrasi kepemilikan komputer nggak sampai 10%, sementara negara maju itu kepemilikan komputernya di atas 70%," ujar Timothy dalam jumpa pers virtual, Senin (26/7/2021).

Karena itulah Timothy meyakini kalau pasar laptop di Indonesia ini masih terbuka luas. Pasalnya Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, nomor empat terbesar di dunia, dan dengan tingkat kepemilikan komputer yang masih sangat rendah, berarti masih banyak pasar yang bisa diperebutkan.

Ia pun mengaku tak bermasalah dengan brand luar Indonesia yang penjualan laptopnya lebih besar dibanding brand lokal. Hanya saja ia mengimbau agar brand-brand tersebut tak sekadar berjualan di Indonesia, melainkan juga harus mau berinvestasi di Indonesia.

"Silakan kalau mau berdagang di Indonesia, tapi mbok ya ikutin aturan di Indonesia. Contohnya ya berinvestasi di Indonesia, jadi tak cuma berjualan," pungkasnya.

Timothy juga membanggakan nilai-nilai yang 'keindonesiaan' yang diterapkannya di Zyrex. Contohnya adalah masalah klaim garansi laptop buatan perusahaannya itu.

"Misalnya ada konsumen laptop yang garansinya sudah habis, lalu misalnya hardisknya rusak dan nanya ke kami. Ya masak yang seperti itu kemudian tidak dilayani," pungkas Timothy.

Sebelumnya, Zyrex mengaku mendapat pesanan 165 ribu laptop senilai Rp 700 miliar dari pemerintah.

Pesanan ini adalah bagian dari program pemerintah yang menetapkan anggaran hingga Rp 17 triliun sampai tahun 2024, untuk penggunaan produk dalam negeri di bidang pendidikan, termasuk produk teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya laptop yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.



Simak Video "Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)