Saatnya Bank Jadi Perusahaan Teknologi dan Tulang Punggung Ekonomi Digital - Halaman 2

Kolom Telematika

Saatnya Bank Jadi Perusahaan Teknologi dan Tulang Punggung Ekonomi Digital

Timothy Utama - detikInet
Minggu, 25 Jul 2021 07:51 WIB
different currencies, money exchange concept, finance and trading
Ilustrasi bank digital (Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut)

Tapi harus diakui, pertumbuhan pesat ekonomi digital dan fenomena startup teknologi telah mempengaruhi bisnis berbagai perusahaan tradisional. Pandemi membuat pengaruh tersebut kian terasa. Pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran COVID-19 seperti PSBB dan PPKM Mikro, misalnya, membuat banyak gerai-gerai fisik kehilangan pelanggan. Agar bisnis tidak terpuruk, mereka pun meningkatkan kegiatan perdagangan online mereka dengan metode pembayaran yang semakin beragam.

Upaya seperti itu kerap membuahkan hasil. Sebuah brand elektronik lokal yang biasa mengisi rak-rak di berbagi supermarket, misalnya, belum lama ini mengklaim mampu menggenjot pendapatan online mereka di 2020 menjadi 3 kali lipat dari tahun 2019.

Sektor perbankan, termasuk Bank Mandiri, juga turut terpengaruh. Meningkatnya kebutuhan akan transaksi non-tunai atau digital di masa pandemi membuat bank 'dipaksa' untuk meningkatkan kemampuan infrastrukturnya online banking, mobile banking, uang elektronik dan layanan-layanan non-tunai lainnya. Pada 2020, Bank Mandiri mengalami pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat yakni lebih dari 50% yoy dengan lebih dari 160 juta transaksi.

Saat ini juga muncul beragam fintech yang menawarkan layanan keuangan yang mudah dan fleksibel ke para konsumen yang belum memiliki rekening bank. Maka bank pun dituntut untuk memberi layanan serupa seperti pembukaan rekening secara online dengan verifikasi yang mudah dan tetap aman serta menawarkan layanan kredit mikro dengan bunga yang lebih kompetitif dengan mekanisme kerja sesuai peraturan yang ditetapkan oleh regulator.

Bahkan tidak mustahil bagi bank konvensional yang punya fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh dengan layanan-layanan digital inovatif yang selama ini hanya ditawarkan oleh startup teknologi.

Bank Mandiri misalnya memiliki fundamental bisnis yang solid karena ditopang oleh operasional bisnis yang profit dari kuartal-ke-kuartal. Dengan operasional bisnis yang terus profit, kami mengalokasikan anggaran yang besar untuk R&D dan investasi teknologi-teknologi baru serta merekrut SDM-SDM teknologi terbaik di tanah air, termasuk dari kalangan milenial dan Gen Z yang sangat paham dengan tren-tren digital terkini.

Jadi tidak berlebihan bahwa dengan mengusung visi Mandiri Digital kami bisa mengklaim bahwa Bank Mandiri saat ini tidak sekedar bank tapi juga perusahaan teknologi yang mampu menawarkan layanan-layanan berbasis teknologi yang reliable, tanpa mengesampingkan aspek manajemen risiko dan keamanan informasi, termasuk perlindungan data nasabah.

Salah satu terobosan yang tengah digodok oleh Bank Mandiri adalah sebuah SuperApp, layanan yang selama ini identik dengan startup unicorn teknologi. SuperApp ini antara lain menawarkan pembukaan rekening yang semakin mudah, di mana saja dan kapan saja, pengalaman perbankan yang komprehensif, layanan finansial yang lengkap, ekosistem terbuka dan mampu mendorong ekonomi digital melalui ekosistem digital dalam aplikasi.

Banyak hal yang kami siapkan dalam payung Mandiri Digital yang akan kami umumkan dalam waktu dekat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami bahwa sebagai perusahaan lokal dengan status BUMN, kami bertekad menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi digital Indonesia yang menjadi tumpuan harapan kebangkitan ekonomi pada saat ini dan di masa yang akan datang.

*Timothy Utama adalah Direktur Teknologi Bank Mandiri.



Simak Video "Strategi GoPay Dorong Transaksi Non Tunai di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)