Aruba Punya Solusi WiFi 6E Kelas Enterprise

Aruba Punya Solusi WiFi 6E Kelas Enterprise

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 06 Jun 2021 13:45 WIB
WiFi 6E
Foto: Dok. Aruba
Jakarta -

Aruba, anak perusahaan Hewlett Packard Enterprise, merilis solusi WiFi 6E kelas enterprise pertamanya, yaitu campus access point (AP) 630 Series, salah satunya adalah AP-635.

Solusi terbaru Aruba Wi-Fi 6E adalah bagian dari Aruba ESP (Edge Services Platform), platform cloud-native berkekuatan AI pertama di industri, yang didesain untuk menyatukan, mengotomatisasi, dan mengamankan Edge. Aruba ESP mampu memprediksi serta menyelesaikan masalah di network edge sebelum masalah itu terjadi.

Platform ini dibangun di atas fondasi AIOps, keamanan jaringan Zero trust, dan dirancang bagi kampus terpadu (unified campus) hingga infrastruktur kantor cabang.

Ini adalah platform all-in-one yang didukung automasi dengan kemampuan menganalisis data di seluruh domain secara terus menerus, melacak SLA, mengidentifikasi anomali, dan self-optimize, dengan terus memantau dan mengamankan perangkat yang tidak dikenal di jaringan.

Dengan solusi baru Wi-Fi 6E dari Aruba, perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan peningkatan kapasitas,channel yang lebih luas di 6 GHz, dan mengurangi gangguan sinyal secara signifikan dengan throughput agregat maksimum 3,9 Gbps untuk mendukung bandwidth yang tinggi,service dan aplikasi yang butuh low-latency seperti video high-definition,unified communication generasi terbaru,augmented reality/virtual reality(AR/VR), IoT, dan cloud.

Selain itu, kemampuan filtering ultra tri-band terbaru dapat meminimalkan interferensi antara pita frekuensi 5 GHz dan 6 GHz. Tujuannya adalah agar spektrum tersebut bisa dimaksimalkan penggunaannya.

Fitur-fitur Utama Aruba630 Series Access Point

  • Cakupan tri-band yang komprehensif meliputi 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz dengan data rate agregat maksimum 3,9 Gbps dan ultra-tri-band filtering untuk meminimalisir interferensi.
  • Hingga tujuh channel 160 MHz di 6 GHz agar bisa mendukung aplikasi yang low-latency dan butuh bandwidth besar seperti video high-definition dan AR/VR dengan lebih baik
  • Beroperasi dengan PoE power berstandar IEEE 802.3at, sehingga tidak perlu mengganti power supply yang ada.
  • Keamanan canggih dengan WPA3 dan Enhanced Open untuk melindungi password dan data dengan lebih baik lagi.
  • Failover yang fleksibel dengan dua port HPE Smart Rate Ethernet untuk 1-2,5 Gbps, menawarkan failover tanpa hit dari satu port ke port lain, baik untuk data maupun daya.
  • Menjamin kinerja aplikasi secara ketat untuk penggunaan bandwidth yang tinggi dan sensitif terhadap latensi, yaitu dengan mengalokasikan dan menyesuaikan sumber daya radio secara dinamis.
  • Mode operasi cloud, dengan pengontrol atau tanpa pengontrol, untuk menangani pemasangan di kampus, kantor cabang, dan di lokasi remote.
WiFi 6EWiFi 6E Foto: Dok. Aruba

"Aruba memiliki pengalaman kepemimpinan selama dua dekade dalam inovasi Wi-Fi, yang didukung oleh komitmen teguh untuk menyediakan konektivitas yang andal, cepat, berkapasitas tinggi, dan aman untuk konektivitas yang mereka butuhkan untuk meraih dan melampaui tujuan organisasi mereka," kata Chuck Lukaszewski, vice president dan wireless chief technology officer Aruba, dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Sejak 2016 kami telah memimpin upaya advokasi untuk membuka pita frekuensi 6 GHz di seluruh dunia. Karena itu, kami sangat bangga menjadi vendor pertama yang menghadirkan solusi Wi-Fi 6E kelas-enterprise ke pasar sehingga pelanggan kami dapat memanfaatkan peningkatan kapasitas sangat besar yang dihasilkan oleh frekuensi 6 GHz," tambahnya.

Sebagai inovasi terbaru dalam teknologi Wi-Fi, Wi-Fi 6E merupakan perangkat Wi-Fi yang beroperasi pada pita frekuensi 6 GHz, yang dibuka oleh Federal Communications Commission (FCC) pada April 2020 untuk penggunaan tanpa lisensi di Amerika Serikat. Wi-Fi 6E adalah perluasan kapasitas Wi-Fi terbesar dalam dua dekade terakhir.

Pembukaan pita frekuensi 6 GHz akan meningkatkan pita spektrum RF (frekuensi radio) yang tersedia untuk Wi-Fi menjadi lebih dari dua kali lipat. Hal ini mencegah kepadatan airwaves (gelombang udara), membuat kanal gelombang lebih luas, dan kecepatan konektivitas lebih tinggi, serta memungkinkan terciptanya berbagai inovasi di berbagai industri.

Sejak FCC memutuskan untuk membuka pita frekuensi 6 GHz, sebanyak 39 negara (dengan populasi setara 1,3 miliar orang) menyusul AS telah membuka pita frekuensi bebas lisensi 6 GHz untuk Wi-Fi 6E.



Simak Video "Tokopedia Tawarkan 2 Program untuk Peserta Program Kampus Merdeka"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)