Startup-startup Ini Malah Tambah Karyawan Saat Pandemi

Startup-startup Ini Malah Tambah Karyawan Saat Pandemi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 04 Jun 2021 14:40 WIB
Young startup businessmen teamwork brainstorming meeting to discuss the new project investment.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ijeab
Jakarta -

Pandemi COVID-19 berdampak besar pada angka pengangguran di Indonesia. Namun tidak semua perusahaan mengalami pertumbuhan karyawan yang negatif. Buktinya, startup-startup berikut ini justru banyak menambah karyawan saat pandemi.

Perusahaan edutech RevoU melakukan riset untuk mengungkap industri mana yang terkena dampak positif maupun negatif akibat pandemi COVID-19 berdasarkan data pertumbuhan jumlah karyawan di perusahaan teknologi Indonesia, menggunakan data dari LinkedIn Premium Insights.

Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah, ada dua kategori startup yang mengalami pertumbuhan karyawan tertinggi selama pandemi, yakni health tech atau teknologi kesehatan (26%) dan edutech atau teknologi edukasi (21%).

riset revou

Alodokter dan Halodoc bersinar

Dalam catatan RevoU, pada masa pandemi (April 2020-April 2021), jumlah karyawan Alodokter bertumbuh sebanyak 20,88% dibanding sebelumnya 63,82% (April 2019-2020). Sedangkan Halodoc bertumbuh sebanyak 26,76% dibandingkan sebelumnya 53,24%.

Dari segi investasi, Alodokter mendapatkan pendanaan Seri C+ pada November 2020 melibatkan lengan investasi grup Telkom, MDI Ventures, Sequis Life, dan Golden Gate Ventures. Suntikan dana ini digunakan untuk merilis pelayanan farmasi online melengkapi layanan telemedis, pemesanan dokter, asuransi.

Sedangkan Halodoc pada April 2021 mengumumkan pendanaan seri C sebesar USD 80 juta yang dipimpin oleh Astra, bersama Temasek, Telkomsel Mitra Inovasi, Novo Holdings, Acrew Diversify Capital Fund, serta Bangkok Bank. Pendanaan ini digunakan untuk penetrasi di berbagai vertical serta meningkatkan pengalaman user melalui teknologi.

riset revou

Ruangguru dan Zenius menonjol

Di kategori edutech, Ruangguru dan Zenius menjadi dua nama yang paling menonjol. Zenius mengalami percepatan pertumbuhan karyawan pada masa pandemi sebesar 97% atau 29% lebih tinggi jika dibandingan pertumbuhan karyawan sebelum pandemi yaitu hanya sebesar 68%.

Pada September 2020, Zenius memiliki 15,7 juta lebih pengguna, yang jumlahnya melonjak 12 kali lipat secara tahunan. Zenius juga menjalin kerja sama dengan Gojek dan meluncurkan layanan teledukasi gratis. Zenius mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD 20 juta di Februari 2020 dan Seri B di Januari 2021 yang tidak disebutkan jumlahnya.

Sedangkan Ruangguru, mengalami perlambatan pertumbuhan karyawan selama pandemi yakni 21% dari sebelumnya 98,48%. Meski demikian, pada Desember 2019, Ruangguru mendapat pendanaan seri C sebesar USD 150 juta dan digunakan untuk ekspansi ke Vietnam. Pada April 2021, Ruangguru kembali mendapat pendanaan sebesar USD 55 juta. Di saat pandemi, Ruangguru merilis berbagai inovasi seperti menjadi mitra program Pra Kerja melalui Skill Academy.

Selain Zenius dan Ruangguru, tak kalah menarik adalah Pahamify. Berdasarkan percepatan pertumbuhan, Pahamify mengalami pertumbuhan yang signifikan yakni dari 51% menjadi 294%. Pada Maret 2020, startup ini mendapat pendanaan dari Y combinator sebesar USD 150 ribu, dan setahun kemudian pada Maret 2021 menggandeng Shopeepay untuk pembayaran nontunai.

riset revouriset revou Foto: RevoU

Temuan lain

Riset ini juga menemukan bahwa 5 dari 6 vertikal perusahaan teknologi mengalami pertumbuhan jumlah karyawan yang positif selama masa pandemi (April 2020 - April 2021), sedangkan kategori yang mengalami pertumbuhan negatif adalah travel (-14%).

Selain health tech dan edutech, ada tiga kategori lainnya yang mengalami pertumbuhan karyawan yaitu e-commerce dan transportasi (14%) dan fintech (4%).

Shopee menjadi e-commerce yang mengalami pertumbuhan tinggi meski jumlah karyawannya terbanyak yaitu 23.032 orang. Selama pandemi, pertumbuhan karyawan Shopee mencapai 78% (kenaikan 21% dari periode sebelum pandemi).

Startup travel Klook menjadi perusahaan yang mengalami perlambatan pertumbuhan karyawan paling signifikan dari sebelum pandemi (100,73%) dibandingkan selama pandemi (-29,42%).

* Artikel ini berdasarkan riset RevoU "COVID-19 dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Karyawan di Perusahaan Teknologi Indonesia".



Simak Video "Jhonny Iskandar Sebut Musik Kini Hancur Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)