Riset: Shopee Jadi e-Commerce Ideal buat Seller, Ini Alasannya

Riset: Shopee Jadi e-Commerce Ideal buat Seller, Ini Alasannya

Jihaan Khoirunnisaa - detikInet
Rabu, 12 Mei 2021 16:30 WIB
Shopee
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, tren belanja online meningkat pesat. Hal ini karena kemudahan dan kenyamanannya sehingga konsumen tidak perlu repot antre di kasir pembayaran.

Kenaikan tren ini membuat banyak penjual mulai beralih menggunakan platform marketplace dan e-commerce agar bisa bertahan sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Berdasarkan riset NeuroSensum, Shopee dinilai menjadi e-commerce ideal bagi para seller. Salah satu alasannya yaitu Shopee menyediakan Relationship Manager (RM) sebagai seller service untuk membantu penjual online dalam perkembangan usaha mereka.

Associate Director NeuroSensum, Grace Oktaviana menyebut RM mampu berperan sebagai jembatan antara penjual dan pihak marketplace, misalnya terkait informasi promo maupun pendampingan apabila ada kendala dengan sistem dan lainnya. RM juga aktif sebagai personal reminder untuk mengingatkan para penjual agar tetap eksis berdagang dan bersaing secara sehat.

"Kegagapan teknologi dan marketing digital kerap menjadi tantangan UMKM berlaga di e-commerce. Mereka sering kali tidak update atau bahkan tidak mengetahui mengenai promosi-promosi yang dapat mereka lakukan di e-commerce. Nah, tugas RM ini menjembatani gap antara seller dan marketplace tersebut," ujar Grace dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Lebih lanjut Grace menjelaskan program edukasi seperti pelatihan yang digelar secara online maupun offline juga dibutuhkan oleh para seller. Dia mengatakan Shopee rutin mengadakan pelatihan dengan topik yang beragam, mulai dari edukasi untuk mengunggah produk di toko online, strategi beriklan, sampai edukasi tentang cara mengelola gudang yang baik.

"Pelatihan tata kelola gudang, misalnya, membantu para seller mengoptimalkan ruang gudang yang ada untuk mengakomodasi flow penjualan. Misalnya memisahkan barang untuk toko fisik dengan online, dan sebagainya. Jadi ketika berhitung berapa barang yang keluar, apakah perlu supply lagi, itu semua terpantau dengan baik dengan tata kelola gudang yang baik," terangnya.

Faktor lainnya yaitu kehadiran promo menarik seperti promo gratis ongkos kirim karena dinilai efektif menarik minat pembeli dan meningkatkan jumlah pesanan penjual online. Seperti pernyataan Nanda yang merupakan seorang penjual aksesoris daring asal Malang, Jawa Timur.

"Subsidi ongkir itu sangat membantu untuk daya tarik pembeli karena lokasi seller juga berpengaruh. Masalahnya terkadang pembeli bisa berpikir dua kali kalau ongkirnya mahal," tuturnya.

"Kaya saya kan lokasinya di Malang. Pembeli biasanya akan cari yang lokasinya dekat-dekat biar ongkirnya bisa murah. Kalau ada free ongkir, lokasi bukan lagi hambatan. Saya tetap kirim barang ke Jakarta, Bali, Sulawesi, atau Kalimantan," kata salah satu responden yang memiliki toko fashion dan aksesoris dari Malang, Jawa Timur.

Dia mengaku promo gratis ongkir membuat penjualannya naik 100%. Atau bahkan dua kali lipat dibanding biasanya. Selain itu, promo tanggal kembar misal seperti 5.5 atau 12.12 hingga flash sale juga terbukti secara efektif meningkatkan pesanan atau volume penjualan usaha mereka.

Tidak hanya itu, exposure yang dilakukan e-commerce ke publik menjadi penunjang perkembangan bisnis penjual online. Menurut para penjual, iklan Shopee di media elektronik televisi, media luar ruang, atau media sosial juga menjadi bentuk dukungan konkret untuk meningkatkan penjualan. Mereka beranggapan semakin banyak iklan Shopee yang beredar akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melihat dan berbelanja di toko-toko online yang ada di Shopee.



Simak Video "Anti Ribut-ribut Belanja Online"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)