Penjualan Chip Naik Tapi Pendapatan Intel Turun

Penjualan Chip Naik Tapi Pendapatan Intel Turun

Josina - detikInet
Minggu, 25 Apr 2021 14:12 WIB
The logo of Intel is seen during the annual Computex computer exhibition in Taipei, Taiwan June 1, 2016. REUTERS/Tyrone Siu
Foto: Reuters/Tyrone Siu
Jakarta -

Intel Corp menaikkan prospek penjualan tahunannya karena adanya lonjakan permintaan untuk komputer pribadi. Namun, perkiraan laba kuartal kedua 2021 masih turun karena biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan untuk mengejar ketinggalan dengan para pesaingnya.

Dilansir detiKINET dari Reuters, Minggu (25/4/2021) saham Intel turun 3,1% menjadi USD 60,60 pada akhir perdagangan. Intel juga telah melewatkan ekspektasi kuartal pertama dalam unit chip pusat data yang diawasi dengan ketat

Intel sendiri sedang mempersiapkan teknologi manufaktur baru dalam beberapa tahun terakhir sehingga menyebabkan tertinggal dari pesaing seperti Advanced Micro Devices Inc (AMD.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O) dalam perlombaan untuk membuat chip ang lebih cepat dan lebih kecil.

Kepala Eksekutif Patrick Gelsinger mengatakan pembuat chip tersebut telah mulai menyelesaikan masalah manufakturnya dan pada Maret mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran untuk membangun pabrik baru di Amerika Serikat dan Eropa.

Intel, yang merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang tersisa di industri chip prosesor yang mendesain dan memproduksi chipnya sendiri, mengatakan telah mampu mengalahkan para pesaingnya selama kekurangan chip global dengan mengoperasikan pabriknya sendiri.

Tetapi perusahaan mengatakan kekurangan komponen pihak ketiga lainnya yang diperlukan untuk membangun komputer lengkap dapat menahan penjualannya tahun ini.

Intel mengatakan bisnis chip PC-nya mendapatkan penjualan sebesar USD 10,6 miliar pada kuartal pertama. Menurut data dari FactSet angka tersebut melampaui ekspektasi analis sebesar USD 10,17 miliar.

Gelsinger mengatakan bahwa perusahaan telah melebihi ekspektasi chip PC sebagian karena mampu menyelesaikan di pabriknya sendiri. Menurutnya, perubahan tersebut membantu Intel mengurangi kekurangan global bahan substrat dan menghasilkan jutaan unit lebih banyak pasokan.

"Kami mampu memenuhi komitmen pelanggan kami, seperti yang kami harapkan dapat kami lakukan sepanjang sisa tahun ini dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar untuk tahun ini," kata Gelsinger.

"Jika kita bisa mendapatkan lebih banyak pengaruh dalam rantai pasokan kita, yang kita punya banyak alat untuk dilakukan, saya berharap kita berdua akan mengalahkan pedoman kita untuk tahun ini dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar untuk tahun ini," lanjutnya.

Tetapi Angelo Zino, analis ekuitas senior di CFRA Research memperkirakan bahwa momentum PC akan berkurang karena vaksin COVID-19 yang telah diluncurkan di seluruh dunia dan para pekerja akan kembali ke kantor.

Menurut data Refinitiv, Intel mengharapkan pendapatan dan laba yang disesuaikan pada tahun 2021 sebesar USD 72,5 miliar dan USD 4,60 per saham, di atas perkiraan analis sebesar US$ 72,32 miliar dan USD 4,58 per saham.

Sedangkan untuk pendapatan dan laba yang disesuaikan pada kuartal kedua sebesar USD 17,8 miliar dan USD 1,05 per saham, dengan penjualan di atas perkiraan analis sebesar USD 17,59 miliar tetapi laba di bawah perkiraan USD 1,09 per saham.

Chief Financial Officer Intel George Davis mengatakan keuntungan yang lebih rendah itu karena perusahaan berinvestasi dalam meningkatkan teknologi manufaktur 10-nanometer dan 7-nanometer barunya.

Kinngai Chan Analis riset senior di Summit Insights Group mengatakan margin Intel terpukul sebagian karena tidak dapat menaikkan harga produk baru untuk menutup biaya produksi seperti yang terjadi di masa lalu karena saingan seperti AMD memiliki produk yang lebih kompetitif.



Simak Video "Prosesor Cepat dan Tepat Buat di Rumah Aja"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)