Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tempatnya <i>Kesamber</i> Petir
Server Situs SBY Tak Punya Backup
Tempatnya <i>Kesamber</i> Petir

Server Situs SBY Tak Punya Backup


- detikInet

Jakarta - Akhirnya kerja keras tim PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk memperbaiki kerusakan sistem di dalam network operating center (NOC)-nya yang ditimbulkan oleh petir, tak sia-sia. Ketika berita ini diturunkan, beberapa situs yang sempat down, kini mulai bisa diakses kembali.Sebutlah semisal situs resmi Presiden SBY www.presidensby.info, situs www.telkom.co.id dan www.plasa.com pun sudah kembali pulih. Menurut informasi yang didapat detikINET, setelah sempat kurang lebih selama 6 jam beberapa layanan Telkom menjadi mandeg, sekitar pukul 22.02 WIB, Minggu (5/3/2006), keadaan kembali normal.Meskipun demikian, pengelola situs Presiden SBY tersebut sangat menyesalkan kejadian yang sempat menimpa NOC Telkom tersebut. "Nyaris tidak masuk akal! Masak perusahaan besar yang sudah sekelas Tbk (terbuka - red.), incumbent pula, ngurusin NOC saja bisa kalah dengan petir?," demikian ujar Heru Nugroho sedikit gusar.Kegusaran Heru, penanggung-jawab teknis situs presidensby.info tersebut, didasari dengan pengalamannya mengelola NOC Internet Service Provider (ISP) Melsa-Net di Bandung. "Kalau kelasnya adalah ISP kecil, mungkin ok-lah NOC-nya KO kena petir. Atau kalau petirnya memang benar-benar dahsyat, sehingga melumpuhkan listrik atau telekomunikasi se-Jakarta, masih masuk akal (kejadian tersebut bisa terjadi)," ujar Heru."Ini (soal petir) kan seharusnya hal yang bisa diantisipasi oleh perusahaan sekelas Telkom. Tentu mereka seharusnya telah memasang mekanisme anti petir dan grounding yang berkualitas," tambahnya.Mirroring presidensby.infoUntuk itu, Heru kemudian menegaskan bahwa segala sistem apapun, perlu adanya backup jika ada masalah yang terjadi. Lalu apakah situs presidensby.info memiliki backup? "Untuk sistem dan datanya, tentu saja kami terus melakukan backup secara rutin," jelas Heru.Tetapi, menurut Heru, yang belum dimiliki oleh situs resmi kepresidenan tersebut adalah backup server secara fisik. "Jadi kalau ada kerusakan pada server situs SBY yang secara fisik, maka backup server-nya secara fisik yang belum ada," ujar Heru.Termasuk untuk keberadaan mirroring server, belum menjadi prioritas dalam manajemen pengelolaan situs SBY tersebut. "Sebenarnya dalam diskusi persiapan situs SBY waktu awal, soal mirroring server juga dibahas. Tetapi hal (mirroring server) itu kan konsekuensinya adalah biaya," papar Heru.Heru kemudian mencontohkan, bagaimana dana sebesar Rp 84 juta per bulan untuk pengelolaan situs SBY ternyata sempat mengundang protes beberapa pihak. "Apalagi kalau dipaksakan ada mirroring server, bisa membengkak biayanya," ujarnya.Melihat dari kejadian yang baru saja dialami oleh NOC Telkom tersebut, maka Heru tak menutup kemungkinan bahwa dalam perkembangan kedepannya, mirroring server untuk situs SBY tersebut akan meningkat skala prioritasnya."Kami juga akan lihat kepentingan yang diemban oleh situs SBY tersebut. Jika nanti pada satu titik dimana situs SBY tersebut tidak boleh down sama sekali, maka mirror menjadi sangat penting," jelas Heru.Heru pun berharap agar pihak Telkom mau lebih berbenah dalam mengeloa NOC-nya. "Untuk ngurusin (server) milik presiden aja, kejadiannya seperti ini. Bagaimana kalau yang diurus adalah para konsumen biasa ya", ujarnya sembari menghela nafas. Ditambahkan pula oleh Heru, bahwa dana sebesar Rp 28 juta per bulan yang dibayarkan kepada pihak Telkom untuk biaya 'penitipan' server presidensby.info tersebut bukanlah nilai yang kecil. "Jadi Telkom seharusnya juga bisa lebih 'manusiawi' dalam melayani konsumennya, lepas itu setingkat presiden ataupun rakyat biasa," tandasnya. (dbu) (donnybu/)




Hide Ads