presidensby.info Macet
NOC Telkom Tak Kebal Petir!
- detikInet
Jakarta -
Network Operating Center (NOC) PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang bertempat di Gedung Grha Citra Caraka (Telkom), Jalan Gatot Subroto - Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB tadi sore, Minggu (5/3/2006) sempat disambangi oleh tamu tak diundang dari langit, alias petir. Walhasil, setidaknya sebuah switch catalist jebol, 'terbakar'!Fungsi alat tersebut, jika dijelaskan secara sederhana, adalah yang mengatur lalu-lintas keluar-masuknya data dari dan ke seluruh server yang menginduk padanya. Sudah dapat dipastikan, lantaran lonjakan muatan listrik bawaan sang petir yang sempat 'menerobos masuk', maka beberapa server yang menjadi tulang punggung layanan Telkom kepada konsumennya, kontan lumpuh. Saat ini, menurut keterangan Henry Christiadi, Senior Account Manager, Enterprise Service Center PT Telkom, pihaknya terus mengupayakan agar jalur lalu-lintas yang tengah 'babak-belur' tersebut dapat pulih. Menurut keterangannya, setidaknya ada beberapa server yang terganggu lau-lintasnya, yaitu semisal DNS server dan web server.Apakah konsumen Telkom yang menggunakan layanan ADSL dan TelkomNet Instan juga dapat terganggu koneksi Internetnya? "Hal itu bisa saja terjadi, tetapi tidak semua. Jika konsumen tersebut kebetulan menggunakan saluran yang jalurnya dicatu dari sistem yang tengah diperbaiki ini, maka ada kemungkinan akan terhambat (koneksinya)," papar Henry.Situs Presiden SBY Down!Salah satu situs yang kena getahnya lantaran kejadian tersebut, adalah situs resmi milik Presiden SBY yang beralamat di www.presidensby.info. Hingga saat berita ini diturunkan, situs tersebut masih tak dapat muncul di Internet."Ya, kami telah melakukan koordinasi dengan Bapak Andi Mallarangeng (jubir presiden - red.). Pada intinya, kami telah melaporkan bahwa tim Telkom telah diturunkan langsung ke lapangan untuk segera memperbaiki kerusakan," ujar Henry, yang juga bertanggung-jawab atas layanan Telkom khusus untuk situs resmi kepresidenan tersebut."Pak Andi pun menyatakan appreciate dengan kesigapan Telkom yang segera menurunkan tim untuk memperbaiki kerusakan yang ada," tambah Henry.Saat ini setidaknya ada delapan orang pihak Telkom yang diterjunkan langsung ke NOC Telkom tersebut. Mereka antara lain dari bagian Data Center, NOC dan Account Team. "Sebenarnya memang ada petugas yang berjaga selama 24 jam (di NOC). Tetapi karena ini adalah kejadian yang termasuk luar biasa, maka kami segera turunkan tim lebih lengkap," ujar Henry.Yang jelas, saat ini memang proses upload berita untuk situs SBY tersebut terpaksa mandek. Henry belum dapat memastikan kapan sekiranya seluruh sistem akan kembali pulih. "Kami mohon waktu, karena saat ini terus diupayakan secepatnya agar sistem dapat kembali berjalan normal," tegasnya.Selain situs SBY tersebut, beberapa situs resmi milik Telkom juga semaput. Misalnya situs www.telkom.co.id dan www.plasa.com, masih belum dapat dibuka.Konfigurasi UlangApakah yang menjadi faktor utama penyebab masuknya lonjakan listrik dari petir hingga 'ke dalam NOC' tersebut? Apakah lantaran anti petir tak berfungsi atau sistem grounding yang buruk? "Itu yang juga kami tengah cari penyebabnya," ujar Henry ketika hal di atas ditanyakan kepadanya. "Kita juga tengah selidiki penyebabnya. Yang jelas, di sini (NOC) penangkal petir dan grounding memang sudah terpasang. Tetapi kami belum tahu, apakah penyebabnya lantaran salah satu diantaranya tidak berfungsi normal atau pemasangannay kurang tepat, ataukah karena faktor lain," jelasnya.Yang pasti, switch catalist yang harganya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah tersebut tersebut, bisa dikatakan secara fisik sudah mengalami kerusakan akibat petir tersebut. Sehingga, menurut Henry, terpaksa dilakukan penggantian one-on-one dengan perangkat yang sejenis. "Setelah switch catalist kita ganti, secara bertahap kita juga akan memeriksa perangkat keras yang lain, semisal router. Setelah itu, proses rekonfigurasi sistem di dalam perangkat-perangkat tersebut haruslah hati-hati. Jangan sampai nanti kita paksakan untuk online buru-buru, tetapi sistem ternyata tidak secure dan menjadi rentan dibobol dari luar," tandas Henry. (dbu)
(donnybu/)