Kenapa Jack Ma Ditakuti Pemerintah China?

ADVERTISEMENT

Kenapa Jack Ma Ditakuti Pemerintah China?

Tim - detikInet
Selasa, 16 Mar 2021 17:58 WIB
China Perintahkan Jack Ma untuk Rombak Bisnis Ant Group (Getty Images/AFP/P. Lopez)
Jack Ma. Foto: Getty Images/AFP/P. Lopez
Jakarta -

Jack Ma yang dulu melenggang tanpa kekangan dan populer di mana-mana sudah beberapa lama dibungkam oleh pemerintah China. Begitu pula perusahaannnya kena investigasi oleh regulator. Kenapa pemerintah China seakan takut pada sosok Jack Ma?

Berikut sebagian alasannya seperti dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Selasa (13/3/2021):

Popularitas Jack Ma Dianggap Ancaman

Jack Ma memang banyak jasanya bagi perkembangan ekonomi China dan juga menjadi wajah negara itu lantaran kharisma dan jago berbicara. Namun demikian, terindikasi pemerintah China sudah cukup lama was-was dengan sepak terjang sang pendiri Alibaba.

Sebuah artikel yang dipublikasikan media corong pemerintah China, People's Daily, pada sekitar setahun silam jadi perbincangan hangat di media sosial. Artikel opini itu diterbitkan beberapa hari setelah Jack Ma pensiun dari Alibaba pada 10 September 2019.

Pada intinya, People's Daily mengkritik status Jack Ma seakan adalah idola besar dan banyak jasanya seorang diri. "Tidak ada era yang disebut sebagai era Jack Ma, hanya era di mana ada Jack Ma," tulis People's Daily ketika itu.

"Tak ada keraguan bahwa Alibaba perusahaan sukses, juga tak bisa dibantah pengaruh Jack Ma pada Alibaba. Tapi, memberikan kredit pada sukses perusahaan hanya pada pemimpinnya sangat tidak realistis," tambah media itu.

Dituliskan bahwa entrepreneur sukses dan perusahaan yang berhasil bergantung pada latar belakang zaman di mana mereka dapat berkembang. People's Daily menyebut bahwa kondisi ekonomi yang diciptakan oleh pemerintah China-lah yang membuat perusahaan jadi sukses, sehingga bukan hanya faktor individu.

Jack Ma Terlalu Banyak Bicara

Bicara Jack Ma yang kadang terlalu ceplas ceplos mungkin juga berimbas pada ia akhirnya ditindak. Puncaknya, pidato Jack Ma yang mengkritik keras bahwa regulator finansial dan bank di China sudah ketinggalan zaman pada bulan Oktober bikin murka pemerintah China.

"Kita tidak seharusnya menggunakan cara mengatur stasiun kereta untuk regulasi sebuah bandara. Kita tidak bisa mengatur masa depan dengan masa silam," begitu sebagian kata-kata Jack Ma yang bikin panas.

Pidato Ma itu turut didengarkan oleh para pejabat top termasuk gubernur bank sentral China, Yi Gang, Wakil Menteri Keuangan Zou Jiayi serta Wang Qishan, tangan kanan Presiden Xi Jinping.

"Jack Ma telah menjadi terlalu arogan. Maka memang mereka perlu mengikatkan tali pada Ant yang telah menjadi monster," sebut seorang bos bank internasional yang meminta anonim.

Padahal waktu itu, Jack Ma sudah diperingatkan jangan terlalu keras bicara, apalagi menyenggol pemerintah China. Mungkin saja pemerintah China ingin Jack Ma lebih rendah hati. "Menghilangnya Jack Ma adalah bagian intrik dari hantaman terukur oleh pemerintah China untuk mengajari bintang teknologi itu kerendahhatian," tulis kolom di Sydney Morning Herald

Perusahaan Jack Ma Tidak Terkendali

Alibaba dan Ant Financial telah tumbuh tak terkendali. Layanan pembayaran Alipay misalnya, memiliki 711 juta user aktif bulanan dan menangani pembayaran senilai USD 17,2 triliun dalam setahun belakangan.

China dinilai sadar bahwa usaha mereka memperlonggar regulasi dan membiarkan kompetisi tanpa banyak aturan berpotensi membuat perusahaan teknologi terlalu berkuasa. Hal itu sudah terjadi di Amerika Serikat.

"25 tahun yang lalu, perusahaan teknologi Amerika mengambil risiko dan merusak model bisnis yang sudah ada. Saat ini, mereka adalah layanan publik yang baru, meraih pendapatan dari monopoli mereka dengan mengontrol pasar. China ingin menghindari jebakan Amerika," kata pakar ekonomi David Goldman.

Lihat saja Facebook, Google ataupun Amazon begitu menguasai pasar di negeri Paman Sam. Bahkan,70% dari seluruh pendapatan iklan digital mengucur ke Facebook dan Google, membuat industri media di AS kepayahan.

"Perusahaan teknologi China pun sudah sangat powerful. Alibaba dan JD.com menguasai 75% e-commerce. WeChat milik Tencent menangani 60% dari seluruh pembayaran di China," ucap Jean Dominique Seval, direktur Soon Consulting.

"Pesannya adalah tidak ada pebisnis swasta besar yang akan ditoleransi di China daratan," kata Chen Zhiwu, profesor di Hong Kong University.

"Sudah tepat jika bank komplain, mereka diregulasi dengan sangat ketat dan Ant bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Peristiwa ini merupakan akhir dari regulasi ringan (pada Ant)," tambah Chen.

Xi Jinping Tak Ingin Jack Ma Merajalela

Pada tahun 2012, Xi Jinping jadi presiden China. Nah sejak itulah, peran atau campur tangan negara pada para pebisnis meningkat. Ia juga tidak segan menghukum para pebisnis yang dianggap kriminal atau korupsi, misalnya chairman Anbang Group, Wu Xiaouhi dijatuhi 18 tahun penjara.

Pesan Xi Jinping pun semakin jelas, bahwa pebisnis dan sektor swasta harus searah dengan tujuan China untuk mengembangkan masa depan negara. Perkembangan pesat ekonomi swasta dianggap berbahaya jika tidak dikendalikan.

"Beijing dengan jelas menyatakan perusahaan seperti Alibaba telah tumbuh terlalu besar untuk tetap diizinkan mengembangkan power ekonominya dan karakter seperti Ma harus dikendalikan," ucap mantan eksekutif Huawei, William Plummer.

Di sisi lain, kabarnya Xi Jinping menjegal Jack Ma dan Ant Financial karena ditakutkan ada aliran dana pada lawan politik Xi dan bisa menjadi tantangan di masa depan. Menurut WSJ, Beijing khawatir dengan struktur kepemilikan kompleks Ant Financial. Ada beberapa sosok yang mungkin tak disukai oleh Xi akan memperoleh keuntungan besar dari IPO itu.

"Dalam beberapa minggu sebelum raksasa fintech itu go public, investigasi pemerintah pusat yang tak dilaporkan sebelumnya menemukan kepemilikan kompleks Ant," sebut WSJ.

"Di balik lapisan-lapisan kendaraan investasi yang memiliki saham di perusahaan itu adalah beberapa orang kuat China, termasuk yang punya hubungan dengan keluarga politik yang menghadirkan tantangan potensial bagi presiden Xi dan lingkaran dalamnya," tambah WSJ.

Misalnya, salah satu investor Ant adalah Boyu Capital, perusahaan yang didirikan oleh Jiang Zicheng. Zhiceng adalah cucu dari mantan pemimpin China, Jiang Zemin.

(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT