Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hitachi Raih US$ 755 Juta dari Solusi Penyimpanan

Hitachi Raih US$ 755 Juta dari Solusi Penyimpanan


- detikInet

Jakarta - Hitachi Data Systems Corporation (HDS) meraih pendapatan sebesar US$ 755 juta dari hasil penjualan solusi penyimpanannya secara global sepanjang September hingga Desember, atau kuartal ketiga tahun fiskal 2005 versi HDS (Q3FY'05). Sedangkan untuk perhitungan pendapatan kuartal keempat HDS (Q4FY'05) sendiri baru berakhir Maret 2006.Produk yang menjadi andalan HDS yakni Application Optimized Storage (AOS), sebuah solusi penyimpanan secara virtual dengan nama produk TagmaStore Universal Storage Platform (USP).Menurut Vice President dan General Manager HDS untuk Asia Selatan, Tom Zack, pendapatan itu juga menguatkan pangsa pasar produknya di dunia dengan penguasaan pasar 38,2 persen. Sedangkan pesaing terdekatnya yakni IBM dan EMC, masih menurut dia, hanya meraih 24,1 persen dan 37,1 persen."Bahkan angka penjualan kami meningkat cukup signifikan bila dilihat dari pendapatan tahun ke tahun (YoY), yakni sebesar 35 persen," kata Zack di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (15/2/2006).Di 2006, Zack melihat pasar untuk media penyimpan virtual semakin besar, termasuk di Indonesia. Berhubung, menurutnya, teknologi virtualisasi penyimpanan bisa menghemat ribuan bahkan jutaan dolar per tahunnya. Namun sayangnya, dia enggan mengungkapkan target yang hendak diraih di Indonesia.Teknologi itu, masih menurut dia, diminati oleh perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi mulai dari yang besar hingga kecil karena faktor efisiensi yang ditawarkan. Selain itu, faktor-faktor lain seperti harga, kinerja, ketersediaan, dan fungsionalitas, turut mendongkrak kebutuhan pasar akan produk media penyimpanan itu. Oleh Zack, media penyimpanan virtual diklaim sebagai solusi untuk menyelaraskan kebutuhan bisnis dan ketersediaan peranti teknologi informasi (TI) secara optimal.'Bajak' PesaingMenurut Zack, Asia termasuk Indonesia, merupakan pasar yang terbilang sangat potensial. Keberhasilan HDS dalam penjualan produk solusi penyimpanan virtualnya, membuat perusahaan itu ingin 'mengadopsi' keberhasilannya di pasar global dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Bahkan HDS pun 'membajak' salah satu punggawa pesaingnya untuk dijadikan Country Manager di Indonesia, yakni Edwin Lim. Sebelumnya Edwin sempat bercokol di 'dapur' IBM.Edwin yang baru mendapat wewenang itu sudah memproyeksikan akan terjadi peningkatan sebesar 12,7 persen pada pembelanjaan TI di Indonesia mulai dari 2005 hingga 2008. Peningkatan itu, menurut dia, akan didominasi oleh pembelanjaan untuk infrastruktur (termasuk media penyimpanan), sekuriti, serta Customer Relationship Management (CRM)."Bahkan untuk pasar media penyimpan diproyeksi tumbuh 11,5 persen per tahunnya dari sekitar US$ 47,9 juta di 2005, meningkat ke US$ 62,7 juta pada 2008. Angka ini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara," ungkap Edwin.Di Indonesia, menurutnya, beberapa perusahaan besar sudah menjadi kliennya. Dari sektor telekomunikasi yakni Telkom, Indosat, dan Excelcomindo Pratama (XL). Sektor keuangan dan perbankan seperti Bank Indonesia (BI), BII, BCA, serta Manulife Finance. Sedangkan sektor lainnya seperti pemerintahan (Pajak dan PAM), manufaktur (APP, Orang Tua, Newmont), migas (Caltex dan Pertamina), serta Sogo dan Timezone. Meski sudah mendapatkan konsumen yang cukup 'kakap', perjalanan HDS tak berhenti sampai disitu. Pihaknya mengaku akan berkonsentrasi menggarap pasar usaha kecil dan menengah (UKM) demi meraup keuntungan yang lebih banyak lagi.Dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia, sistim penjualan dan distribusi, menurut Zack dan Edwin, tidak akan mengalami perubahan. Pihaknya menegaskan tidak akan melakukan penjualan secara langsung, tapi tetap melalui mitra dan channel penjualan mereka."Kami hanya ingin lebih dekat dengan mitra kami dan kemudahan dalam hal dukungan teknis dan pelatihannya agar membantu proses penjualan," kata Edwin.Di tingkat global, yang menjadi mitra dalam distribusi penjualan yakni Acer, Hewlett-Packard, serta Sun Microsystems. Sedangkan di tingkat lokal, HDS mempercayakan pada Berca dan Mastersystem Infotama. (rou) (rouzni/)






Hide Ads