Tiga Kontroversi Mata Uang Kripto

Memburu Uang Digital

Tiga Kontroversi Mata Uang Kripto

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 21 Feb 2021 12:13 WIB
Ilustrasi Uang Digital Bitcoin
Tiga Kontroversi Mata Uang Kripto (Foto: M Fakhry/detikcom)
Jakarta -

Mata uang kripto atau cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, dan lain-lain saat ini sedang menjadi primadona. Betapa tidak, nilai Bitcoin beberapa hari yang lalu sempat menembus angka USD 52.000 atau sekitar Rp 732 juta per koin.

Tapi mata uang kripto penuh kontroversi karena tidak dikontrol atau diregulasi oleh banyak negara. Akibatnya nilainya sering tidak stabil dan tidak bisa digunakan sebagai metode pembayaran sah.

Kalian juga tertarik ingin investasi kripto, detikers? Simak dulu tiga kontroversi mata uang kripto yang dihimpun detikINET, Minggu (21/2/2021) dari berbagai sumber berikut ini:

1. Penemu Bitcoin yang misterius

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2009, pencipta mata uang kripto Bitcoin adalah sosok yang diselubungi misteri. Tidak ada yang tahu identitas asli orang yang mengembangkan dan menulis white paper tentang Bitcoin.

Pada tahun 2014, majalah Newsweek mengungkap identitas orang tersebut yaitu Dorian Prentice Satoshi Nakamoto, seorang pria Jepang-Amerika yang tinggal di California, Amerika Serikat. Tapi tidak lama kemudian Nakamoto membantah hal tersebut.

Nama Satoshi Nakamoto yang disebut sebagai penulis makalah Bitcoin ternyata diduga sebagai nama samaran. Banyak orang yang mengaku, atau bahkan diklaim sebagai Nakamoto, tapi tidak ada yang berhasil dibuktikan.

Selain Nakamoto, ada beberapa nama lain yang diduga sebagai pencipta Bitcoin. Seperti Hal Finney, pioner kriptografi yang merupakan orang pertama yang menerima transaksi Bitcoin.

Kreator Big Gold Nicj Szabo dan developer Bitcoin Gavin Andresen adalah dua nama lainnya yang terkait dengan nama Satoshi Nakamoto.

Tapi pada pertengahan tahun 2020, miliarder dan pionir keamanan siber John McAfee, mengaku ia 99% yakin mengetahui siapa identitas di balik nama Satoshi Nakamoto.

Meski begitu, McAfee mengatakan ia tidak akan mengungkap identitas orang yang menulis makalah Bitcoin. Ia khawatir hal ini akan menghancurkan kehidupannya dan mungkin membuatnya mati.

"Saya sudah berbicara dengannya di telepon, saya sebenarnya akan mengungkap siapa dia," kata McAfee dalam wawancara dengan situs mata uang kripto Cointelegraph, seperti dikutip dari Forbes.

Halaman selanjutnya: ancaman hacker...