Bitcoin Kini Bisa Dipakai di Apple Pay

Bitcoin Kini Bisa Dipakai di Apple Pay

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 16 Feb 2021 19:39 WIB
SAN FRANCISCO, CA - OCTOBER 20:  The Apple Pay logo is displayed in a mobile kiosk sponsored by Visa and Wells Fargo to demonstrate the new Apple Pay mobile payment system on October 20, 2014 in San Francisco City. Apples Apple Pay mobile payment system launched today at select banks and retail outlets. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Jakarta -

Pengguna BitPay Prepaid Mastercard di Amerika Serikat kini bisa menggunakan bitcoin-nya untuk transaksi di Apple Pay.

Bitcoin bukan satu-satunya mata uang kripto yang bisa dipakai lewat BitPay Wallet, melainkan juga mata uang kripto lain seperti Ether, USD Coin, Gemini Dollar, Paxos, Binance USB, dan Bitcoin Cash.

Tak berhenti di Apple Pay, BitPay pun berencana menghadirkan dompet mata uang kripto itu di Google Pay dan Samsung Pay, yang direncanakan akan terjadi pada akhir Maret.

"Kami punya ribuan pengguna BitPay Wallet yang menggunakan BitPay Card. Dengan menambahkan Apple Pay dan dalam waktu dekat Google dan Samsung Pay akan mempermudah menggunakan BitPay Card di lebih banyak tempat," ujar CEO BitPay Stephen Pair dalam keterangannya.

Sebelumnya, ada analis dari RBC Capital Markets yang menyarankan Apple untuk meluncurkan tempat penukaran mata uang kriptonya sendiri. Pasalnya, dengan jumlah penggunanya yang sangat banyak, Apple bisa menghasilkan lebih dari USD 40 juta jika mereka membuat tempat penukaran mata uang kriptonya sendiri.

Belakangan ini mata uang kripto, termasuk bitcoin memang sedang ramai dibicarakan. Seperti naik turunnya nilai tukar Dogecoin yang sering dipromosikan oleh CEO Tesla Elon Musk, atau juga nilai bitcoin yang baru-baru ini mencapai USD 49.714 atau setara Rp 700,96 juta per keping.

Pergerakan nilai tukar bitcoin selama 2021 ini sendiri sudah mencapai lebih dari USD 20 ribu, dan hampir menyentuh level USD 50 ribu per kepingnya.

Baru-baru ini Elon Musk pun membeli bitcoin senilai USD 1,5 miliar, yang membuatnya dikritik banyak pihak. Pasalnya kegiatan menambang bitcoin menghabiskan banyak listrik, sementara Musk sendiri dikenal sebagai sosok yang ramah lingkungan.

Energi listrik sangat bergantung pada bahan bakar fosil, terutama batu bara. Prosesnya pun menghasilkan banyak polusi. Dengan semakin maraknya aktivitas penambangan, konsumsi listrik pun bakal kian besar.



Simak Video "Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)