Oracle Siap 'Rumahkan' 2.000 Karyawan
- detikInet
Jakarta -
Pekan lalu, para pemegang saham Siebel Systems setuju perusahaan itu diambil alih Oracle. Bergabungnya Siebel ke Oracle diyakini menambah kekuatan Oracle untuk berhadapan dengan rivalnya dari Jerman, SAP.Belakangan ini, SAP dan sebuah pemain online Salesforce.com berhasil mencetak pertumbuhan dramatik untuk penjualan software berbasis web-nya. Oracle tampak berusaha keras untuk jadi pemimpin di industri software, dan berniat merebut pangsa pasar yang lebih besar untuk software CRM.Pada 1 Februari 2006, rampung sudah Oracle mengakuisisi Siebel senilai US$ 5,85 miliar (US$1 = Rp. 9.231, Sumber: detikcom). Begitu yang dilansir detikINET dari vnunet Jumat (10/02/2006).Oracle memang dikenal sebagai pemimpin dalam software customer relationship management (CRM). Dengan akuisisi ini, Oracle bermaksud memakai software CRM sebagai pondasi untuk software Fusion generasi berikutnya.Sebagai bagian dari hasil akuisisi Siebel, Oracle akan 'merumahkan' 2.000 orang karyawannya. Disinyalir, PHK itu kebanyakan berdampak pada karyawan Oracle."Sebagian besar karyawan yang dipecat adalah karyawan Oracle, bukan karyawan Siebel," kata Larry Ellison, Chief Executive Oracle melalui conference call dengan investor.Ellison menambahkan sebagian besar pemecatan itu akan berimbas di tim pengembangan Oracle. Fusion rencananya akan dirilis menjelang 2008. Konon, rentetan software tersebut akan menggantikan semua aplikasi perusahaan yang ada saat ini termasuk dari Oracle, JD Edwards, Peoplesoft dan Siebel Systems."Kami memiliki organisasi pengembangan CRM yang sangat besar. Seiring beranjak ke Fusion dan CRM generasi berikutnya, jumlah karyawan yang kami miliki terlalu banyak daripada yang kami butuhkan untuk mengembangkan Fusion," jelas Ellison."Hampir seluruh karyawan Siebel disewa oleh Oracle yakni sekitar 90 persen," imbuhnya lagi. (dwn)
(ien/)