Tak Dipenjara, Jack Ma Cuma Dikasih Xi Jinping Pelajaran

Tak Dipenjara, Jack Ma Cuma Dikasih Xi Jinping Pelajaran

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 03 Feb 2021 06:05 WIB
Jack Ma
Kemunculan perdana Jack Ma. Foto: istimewa
Jakarta -

Pasca kemunculannya beberapa waktu silam setelah 3 bulan menghilang, nasib Jack Ma masih cukup ramai dibahas karena masih tak ada informasi di mana dia berada. Konsensus pengamat menyebut Jack Ma memang tidak ditahan oleh pemerintah China melainkan mungkin hanya diminta tak banyak bicara.

Apa kira-kira alasan pemerintah China dan Presiden Xi Jinping tak sampai menahannya? "Dia sangat bernilai bagi ekonomi China dan dia sangat sukses sehingga tidak disentuh, tapi dia memang melanggar batas dengan pidatonya di Shanghai," cetus Richard McGregor, pengamat dari Lowy Institute.

Pidato dimaksud mengkritik sistem keuangan China sudah usang sehingga memantik kemarahan pemerintah China dan Xi Jinping. Namun demikian, Jack Ma diyakini tidak sampai ditahan atau terkena saksi berat, terbukti dengan kemunculannya tersebut. Bisa dikatakan ia hanya diberi pelajaran.

"Xi Jinping menekan perusahaan swasta besar, memastikan mereka bekerja untuk Partai, memastikan mereka tidak terlalu besar. Tidak ada perusahaan swasta yang terlalu besar untuk dihukum," tambah Gregor seperti dikutip detikINET dari ABC, Selasa (2/2/2021).

Alibaba tengah diselidiki pemerintah China terkait dugaan monopoli, demikian juga perusahaan Jack Ma lainnya, Ant Financial yang dibatalkan IPO-nya. Namun demikian, bukan berarti mereka akan dilumpuhkan oleh Xi Jinping.

"Saya pikir Alibaba masih akan menjadi sebuah perusahaan substansial dan Jack Ma tentunya masih akan menjadi pebisnis penting. Tapi sayapnya telah diringkus," kata Gregor mengibaratkan.

Dari sebelumnya nyaris tanpa aturan dan berkembang pesat, pemerintah China kini berusaha mengendalikan para raksasa teknologi itu tapi tindakan mereka diprediksi takkan terlampau keras.

"Fakta bahwa Ant tidak dipecah dan Jack Ma telah muncul mengirimkan pesan bahwa negara takkan membunuh platform bisnis internet dan taipannya, tapi untuk memastikan mereka melakukan agenda negara," sebut John Lee, analis senior di Mercator Institute for China Studies (MERICS).



Simak Video "Joe Biden Telepon Xi Jinping Dua Jam, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)