Parah, Bisnis Ponsel LG Rugi Rp 10,5 Triliun

Parah, Bisnis Ponsel LG Rugi Rp 10,5 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 01 Feb 2021 10:27 WIB
Ponsel pintar LG mulai menyapa pasar Indonesia. LG V30 PLUS yang merupakan ponsel pintar pertama di dunia dengan layar OLED Full Vision.
Ponsel LG. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Seoul -

Baru-baru ini, LG membenarkan bahwa bisnis ponsel mereka ada kemungkinan dijual lantaran terus membukukan performa kurang baik. Hal itu kembali terbukti dalam laporan keuangan terbaru dari perusahaan asal Korea Selatan ini.

Dalam laporan finansial yang telah dipublikasikan oleh LG, divisi ponsel mereka di tahun 2020 mengalami kerugian yang sangat tinggi, yakni tembus USD 750,64 juta atau di kisaran Rp 10,5 triliun.

Pada kuartal IV 2020 saja, kerugian bisnis ponsel LG mencapai angka USD 222,93 juta. Dengan demikian dalam 23 kuartal berturut-turut, divisi ponsel LG belum pernah sekalipun membukukan keuntungan. Apa sebabnya?

LG menyebut penjualan ponsel premiumnya mengalami stagnasi alias kurang diminati dan di samping itu, terjadi kelangkaan chipset 4G yang semakin memperburuk keadaan. Untuk tahun ini, LG coba tetap optimistis terkait perkiraan akan naiknya permintaan untuk ponsel 5G.

Diberitakan sebelumnya, LG tengah mempertimbangkan untuk keluar dari bisnis ponsel pada 2021 ini. Hal ini diketahui dari memo internal yang dikirimkan CEO LG Kwon Bong-seok kepada para pegawai di mana ia menyatakan tengah mempertimbangkan perubahan besar untuk bisnis ponsel LG.

"Sejak kompetisi di pasar global untuk perangkat mobile semakin keras, ini sudah waktunya bagi LG untuk membuat penilaian dan pilihan terbaik. Perusahaan akan mempertimbangkan semua hal, termasuk penjualan, penarikan, dan mengurangi ukuran bisnis ponselnya," tulis Kwon Bong-seok dalam memo tersebut.

Memo tersebut pun kemudian dikonfirmasi oleh LG, yang menyatakan kebenaran memo tersebut. Namun mereka menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan apa pun terkait isi memo tersebut. Dalam kabar terbaru, ada konglomerasi asal Vietnam yang kabarnya menjadi pembeli potensialnya.



Simak Video "Bebas Hirup Udara Bersih Setiap Saat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)