China Tindak Perusahaan Jack Ma, Ini Risikonya

China Tindak Perusahaan Jack Ma, Ini Risikonya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 30 Des 2020 12:13 WIB
Ant Financial
Kantor Ant Financial. Foto: istimewa
Jakarta -

Banyak pihak tak menyangka bahwa perusahaan Jack Ma yang biasanya dibanggakan oleh pemerintah China kini menjadi sasaran regulasi ketat. Perusahaan itu bahkan diselidiki atas dugaan monopoli. Analis berpendapat tindakan dari pemerintah China itu bisa menimbulkan risiko cukup besar.

Seperti diberitakan, Ant Financial Group, perusahaan fintech yang didirikan Jack Ma, dibatalkan IPO-nya oleh pemerintah China dan dalam kabar terbaru diminta mengurangi operasi bisnisnya. Kemudian raksasa toko online Alibaba menjadi sasaran investigasi resmi terkait dugaan monopoli.

Pidato Jack Ma yang mengkritik sistem finansial serta perbankan China sudah ketinggalan zaman menjadi salah satu pemicu tindakan tersebut. Andrew Collier, pengamat bisnis dari Orient Capital Research, mengaku tak menduga Jack Ma jadi incaran pemerintah China karena pidatonya.

"Benar memang bahwa ketika Jack Ma menyuarakan pidatonya yang buruk, hal itu bikin sebal banyak politisi senior, (tapi) saya pikir akan menjadi sesuatu yang terjadi sekali saja (tanpa tindakan)," kata Andrew.

Namun demikian, beberapa hari setelah pidato itu, IPO Ant di bursa saham Shanghai dan Hong Kong dibatalkan. Pidato Jack Ma mungkin jadi alasan untuk menyelidiki seluruh sektor fintech, namun Andrew cemas aksi pada Ant terlalu serius.

Apalagi kemudian, otoritas China terus menginvestigasi praktik bisnis Ant Financial dan Alibaba. Akibatnya, valuasi Alibaba terus melorot seiring menurunnya harga saham, hingga terpangkas sampai sekitar USD 107 miliar.

"Mereka jadi sangat serius, meminta perusahaan itu mengurangi area besar bisnis, jelas bahwa sebagian tujuannya politis untuk mengurangi skala perusahaan itu sehingga tak memiliki market share signifikan dan bisa mengancam sistem negara," papar Andrew.

Tekanan pada perusahaan Jack Ma itu dan sektor fintech secara umum bisa berisiko pada ekonomi China secara keseluruhan. "Hal ini tidak bagus bagi masa depan fintech ataupun bagi masa depan ekonomi China," pungkas Andrew yang dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (30/12/2020).

Sebagian investor memang terindikasi merasa cemas terhadap tindakan pemerintah China pada perusahaan Jack Ma ataupun raksasa teknologi yang lain. Saham JD, Meituan sampai Tencent pun ikut terpangkas.



Simak Video "Jack Ma yang Kalem di Kemunculan Perdananya Usai Menghilang"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)