Tips Trading di Platform Pertukaran Aset Kripto

Tips Trading di Platform Pertukaran Aset Kripto

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 30 Des 2020 10:10 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dunia cryptocurrency atau biasa dikenal aset kripto di Indonesia masih mencatatkan penguatan secara signifikan dengan harga Bitcoin yang terus meroket di akhir tahun ini. Tercatat pada Minggu (27/12), Bitcoin kembali menguat dan mencatat harga tertinggi baru di posisi USD 28.422 atau setara dengan Rp 403,7 juta.

Tren positif ini mungkin membuat membuat orang tergiur untuk mulai menggunakan aset kripto sebagai pilihan investasi. Aset kripto pun sudah diatur regulasinya oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Namun calon trader perlu memahami sejumlah hal sebelum terjun berinvestasi aset kripto, karena masih tergolong instrumen baru. Apa saja yang harus diperhatikan?

Memastikan Legalitas Exchange

Saat menentukan untuk terjun di investasi aset kripto, pemilihan media exchange untuk melakukan transaksi menjadi penting demi memastikan keamanan investasi aset. Pastikan exchange yang dipilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti. Di Indonesia sendiri, ada 13 exchange yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno, Rekeningku dan lainnya.

Mempelajari Jenis Aset Kripto yang Diminati

Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami jenis - jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin (BTC) memang menjadi favorit, namun masih ada Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT), dan lainnya. Dengan memahami jenis koin tersebut, calon trader bisa mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati. Misalnya Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin. Namun perlu diingat oleh trader untuk berhati - hati memilih koin dalam investasi ini, karena banyak jenis yang belum populer dan pergerakan harganya sangat agresif.

Besaran Biaya Layanan

Dalam melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trader yakni biaya pembelian dan penarikan. Perlu diingat ada beberapa exchange di Indonesia seperti Tokocrypto, Pintu, dan Luno yang memberikan flat rate untuk biaya penarikan, namun ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai nominal penarikan seperti Indodax.

Tentunya skema flat rate akan lebih menguntungkan bagi para trader. Tidak hanya itu, ada pula biaya transaksi sebagai market taker yang akan dikenakan kepada para trader. Biaya market taker merupakan potongan biaya jika trader melakukan transaksi dengan ikut pada antrian harga yang sudah ada. Misalnya, trader membeli bitcoin seharga 10 juta rupiah melalui Tokocrypto maka dikenakan biaya potong sebesar 0,1% yakni 10 ribu rupiah atau jika membeli melalui Indodax dikenakan biaya 0,3% yakni 30 ribu rupiah.