Elon Musk Kritik Terlalu Banyak Lulusan MBA di Perusahaan

Elon Musk Kritik Terlalu Banyak Lulusan MBA di Perusahaan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 13 Des 2020 13:17 WIB
Elon Musk Ngopi Mars
Elon Musk. Foto: Twitter/Istimewa
Jakarta -

Elon Musk mengkritik terlalu banyak lulusan MBA yang menjalankan perusahaan di Amerika Serikat. MBA adalah Magister Business Administration yang merupakan salah satu gelar S2 di bidang bisnis administrasi atau manajemen bisnis.

"Kupikir mungkin ada terlalu banyak orang MBA yang menjalankan perusahaan-perusahaan," kata sang CEO SpaceX dan Tesla itu dalam event WSJ CEO Summit.

Banyaknya MBA atau lulusan bisnis di perusahaan menurut Musk tidaklah bagus, terutama dalam soal inovasi produk. Pasalnya pimpinan mungkin hanya melihat angka demi angka dan kehilangan misi untuk membuat produk atau layanan yang hebat.

"Harus ada lebih banyak fokus pada produk atau layanan, kurangi waktu untuk menggelar meeting direksi, kurangi waktu untuk finansial," cetus Musk yang dikutip detikINET dari CNBC.

Musk melanjutkan, ia menganggap kesalahan terbesarnya sebagai bos Tesla dan SpaceX adalah terlalu banyak menghabiskan waktu di meeting melihat PowerPoint atau dokumen lainnya, bukannya terjun langsung ke pabrik untuk memastikan barang dan proses produksi berjalan dengan semestinya.

"Ketika aku menghabiskan waktu di pabrik atau memakai mobil atau berpikir tentang roket, itulah di mana hal-hal menjadi lebih baik," papar Elon Musk.

Dengan melakukan hal itu, tim juga merasa lebih bersemangat. Maka ia menyarankan agar para CEO terlibat langsung untuk menunjukkan perhatian, tidak hanya berada di dalam kantor yang nyaman.

Elon Musk memang dikenal suka berada di pabrik perusahaannya. Beberapa tahun lalu, kesibukannya dalam menyelamatkan produksi mobil buatan Tesla yang waktu itu selalu kurang dari target membuat Elon Musk harus tidur di pabrik. Bahkan dia rela tidak mandi dan pulang ke rumah.



Simak Video "Elon Musk Salip Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)