Mungkinkah Ada One World Digital Currency?

Mungkinkah Ada One World Digital Currency?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 17:30 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Ilustrasi cryptocurrency. Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Cryptocurrency tengah menjadi tren meski diterpa oleh guncangan pandemi COVID-19. Hal ini justru menimbulkan konspirasi mengenai kemungkinan adanya perubahan pada dunia finansial untuk menggunakan mata uang digital (cryptocurrency) sebagai salah satu tujuan dari 'New World Order' atau para 'elite global'.

COVID-19 sendiri membuat imbas pada perekonomian yang memburuk di banyak negara, sebutlah negara Amerika Serikat atau China yang sempat chaos di awal pandemi menghantam. Namun apakah mungkin adanya adaptasi satu mata uang dunia? Apakah Bitcoin atau cryptocurrency lainnya bisa jadi pengganti uang di masa depan atau hanya sekadar konspirasi tanpa dasar?

Saat dihubungi detikINET, Prof Ari Kuncoro, SE, MA, PhD, Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024 yang mana merupakan Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI menjelaskan bahwa kemungkinan menjadikan cryptocurrency sebagai mata uang satu-satunya di dunia dalam waktu dekat adalah hal yang hampir menuju mustahil.

"Justru pandemi potensinya menimbulkan decoupling, jadi artinya malah terjadi deglobalisasi. Semua fokus pada pemulihan negaranya masing-masing. Jadi kalau ada satu digital malah jadi pertanyaan, nanti yang menjadi penjaminnya siapa?" tutur Prof Ari melalui sambungan telepon.

Lebih kepada alternatif

Prof Ari percaya bahwa salah satu kemungkinan dampak dari COVID-19 bukanlah global world currency melainkan adanya currency yang digunakan sebagai mata uang dunia misalnya US Dollar, Yuan, atau Yen.

Namun kembali lagi, ini bergantung pada kemampuan negara yang dipakai mata uangnya untuk mencetak uang yang banyak. Jika salah langkah sedikit, justru bisa menjadi bumerang dengan ancaman inflasi.

Kembali pada Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, Prof Ari mengatakan mereka bisa dikatakan hanya merupakan suatu alternatif.

"Seandainya kalau ada yang pakai Bitcoin, itu bakal tetap bersaing dengan yang lain, jadi tidak bisa kita namakan one global currency. Dia salah satu alternatif ya, Bitcoin, master card, atau visa card," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekan dalam prinsip ekonomi dikenal bahwa suatu ekonomi dipegang oleh terlalu sedikit orang dampaknya justru berbahaya. Ancaman tersebut adalah monopoli. Dengan demikian, cryptocurrency sebagai pengganti mata uang di masa mendatang sangatlah kecil kemungkinannya -- atau masih butuh waktu yang lama untuk mewujudkannya.



Simak Video "Ribuan Komputer Penambang Bitcoin Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)