Genap Setahun Jadi Menteri, Ini Inovasi Erick Thohir untuk Telkom

Genap Setahun Jadi Menteri, Ini Inovasi Erick Thohir untuk Telkom

Abu Ubaidillah - detikInet
Senin, 02 Nov 2020 16:31 WIB
Telkom
Foto: Telkom
Jakarta -

Genap setahun Erick Thohir mengabdi sebagai Menteri BUMN pada Oktober 2020 lalu. Selama menjabat, ia fokus pada pengembangan talenta BUMN, khususnya kalangan milenial. Pihaknya ingin menanamkan semangat kerja pada kaum muda yang saat ini menghadapi tantangan disrupsi penuh dinamika.

Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BUMN juga perlu membudayakan iklim kerja yang inovatif guna menciptakan peluang bisnis serta melakukan terobosan bisnis di era digital dan masa mendatang.

Telkom juga menyadari SDM adalah hal yang sangat krusial untuk keberlangsungan perusahaan hingga waktu mendatang. Tanpa adanya SDM yang inovatif dan adaptif, tentu perusahaan akan kesulitan menyamakan langkah dengan kondisi industri yang terus berubah.

Telkom pun meningkatkan kapabilitas tidak hanya dari aspek proses bisnis tapi juga kompetensi karyawannya sejalan dengan transformasi yang dijalankan untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital. Digital mindset dan digital readiness menjadi suatu keharusan bagi seluruh insan Telkom.

Ada konsep 3B yang dijalankan Telkom dalam mengembangkan kapabilitas digital perusahaan, yakni build (mengembangkan dari kompetensi internal), borrow (partnership), buy (akuisisi) dengan konsiderasi value proposition perusahaan.

Direktur Keuangan Telkom, Heri Supriadi mengatakan digitalisasi di Indonesia menjadi hal yang sangat besar manfaatnya dalam mendukung berbagai aktivitas, untuk itu pihaknya terus berupaya hadir di setiap aspek kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhannya.

"Meski di tengah pandemi, dengan kerja keras dan semangat untuk terus berinovasi, kami berharap dapat terus menjaga momentum perusahaan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan negara melalui kinerja produk dan layanan terbaik demi mendukung digitalisasi Indonesia," ujar Heri dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

Salah satu implementasi TelkomGroup untuk membangun kompetensi digital di dalam tubuh perusahaan adalah melalui Program Digital Amoeba, yaitu sebuah sarana pengembangan inovasi melalui model bisnis baru bagi internal perusahaan untuk mendapat solusi bagi produk dan layanan digital TelkomGroup ke depan.

Tujuan inisiatif ini untuk mengembangkan karyawan yang memiliki kemampuan teknologi digital dan menawarkan inovasi sesuai portofolio bisnis perusahaan. Melalui Amoeba, karyawan TelkomGroup yang memiliki ide kreatif akan difasilitasi sarana inkubasi dan pelatihan untuk dapat mengembangkan ide yang dimiliki tersebut menjadi produk atau layanan dan siap untuk diterjunkan ke pasar.

Selain pendampingan dalam bentuk produk dan go to market, startup internal yang sudah mumpuni juga akan didukung investasi. Saat ini ada beberapa jebolan Amoeba yang produk dan layanannya telah ditujukan untuk publik, mulai dari Smart Eye, gameQoo, dan Arkademy.

Selain Amoeba, Telkom juga memiliki Indigo Creative Nation, yakni program inkubasi/akselerasi startup dari yang mengusung prinsip kreativitas dalam berbisnis dan mulai nurturing creativity hingga tahap follow-on-funding (FoF).

Tujuan dari Indigo Creative Nation adalah untuk meningkatkan daya saing, kemandirian, dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri digital kreatif. Program ini pertama kali diadakan pada tahun 2013 dan secara konsisten untuk batch intake hadir dua kali setiap tahun.

Program ini telah membina 31.748 talenta digital yang tersebar di 17 digital innovation lounge (DILo) di seluruh Indonesia. Sebanyak kurang lebih 177 startup digital telah masuk program inkubasi dan akselerasi market yang bertempat di Digital Valleys (DiVa) yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Kali ini, Indigo batch 2 tahun 2020 telah membuka registrasi sejak tanggal 1 Oktober 2020 dan menawarkan pendanaan hingga Rp 2 miliar untuk setiap startup yang berhasil melalui proses seleksi serta inkubasi/akselerasi di bawah naungan Telkom.

Program pengembangan ekosistem digital ini menargetkan pertumbuhan bibit unggul digipreneur di Indonesia untuk mengejar ketinggalan dari negara lain. Indonesia sudah dinilai saatnya menjadi pemain digital, bukan hanya konsumen saja.

Banyak anak muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital, tapi direkrut perusahaan digital negara lain. Program Indigo diharapkan mampu membangun ekosistem digital Indonesia dan menjadikan Indonesia memiliki kekuatan serta daya saing di pasar digital global.

Telkom juga memberi pembekalan core values atau nilai inti AKHLAK kepada seluruh karyawan sebagai tindak lanjut core values AKHLAK Kementerian BUMN yang resmi diperkenalkan Erick Thohir awal Juli 2020 lalu. AKHLAK diadopsi oleh Telkom sebagai nilai utama panduan identitas dan perekat budaya kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan.

AKHLAK adalah akronim dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Hal ini diharapkan dapat menjadi akar yang kuat dan kokoh bagi seluruh karyawan dalam bertindak serta berperilaku guna mendukung pertumbuhan bisnis yang semakin berkembang.

Diharapkan dengan AKHLAK, ketika terjadi rotasi SDM di lingkungan TelkomGroup, maka akan memudahkan setiap individu beradaptasi dengan nilai inti AKHLAK yang sama.

Ketiga program tersebut, yakni Amoeba, Indigo, dan penerapan core value AKHLAK sebagai katalis diterapkan Telkom untuk mengembangkan talenta muda digital baik di perusahan atau generasi muda Indonesia demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.



Simak Video "Meski Tak Lagi Diblokir, Telkom Masih Pelototi Konten Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)