Google Bayar Rp 175 Triliun ke Apple, Buat Apa?

Google Bayar Rp 175 Triliun ke Apple, Buat Apa?

Josina - detikInet
Senin, 26 Okt 2020 22:35 WIB
Google punya caranya tersendiri untuk memerangi ISIS, yaitu dengan iklan. Raksasa mesin pencari itu akan menampilkan iklan anti ISIS ketika ada penggunanya yang googling soal ISIS ataupun gerakan-gerakan Islam radikal lainnya.
Google Bayar Rp 175 Triliun ke Apple, Buat Apa? (Foto: Gettyimages)
Jakarta -

Google dilaporkan telah membayar uang kepada Apple untuk menjadikan mesin pencariannya terpasang secara default di Safari untuk perangkat iOS.

Hal ini pun sebenarnya sudah dilakukan Google setiap tahun membayar setoran ke Apple. Jumlah yang harus dibayarkan Google itu terus meningkat, pada 2014 misalnya, mereka hanya membayar USD 1 miliar.

Pada 2017, angkanya meningkat menjadi USD 3 miliar. Untuk 2018, menurut analis Rod Hall, angkanya diperkirakan akan melonjak menjadi USD 9 miliar atau sekitar Rp 134 triliun.

Di tahun ini angka terbaru terungkap di mana sebuah dokumen pengadilan tentang gugatan anti-monopoli dari Departemen Kehakiman AS menyebutkan jumlah uang yang dibayar Google ke Apple berkisar antara USD 8 miliar hingga USD 12 miliar atau sekitar Rp 117 hingga 175 triliun.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Senin (26/10/2020) Google saat ini tengah menghadapi gugatan dari Departemen Kehakiman atas dugaan praktik monopoli dan pembayaran antara Google dan Apple ini menjadi salah satu contohnya.

"Kasus Google ini bukanlah kolusi klasik, di mana dua perusahaan setuju menaikkan harga untuk kepentingan masing-masing. Sepertinya satu perusahaan melakukan praktik monopoli dan setuju untuk membagi sewa monopoli," kata Profesor hukum University of Miami, John Newman yang juga merupakan mantan pengacara anti-monopoli Departemen kehakiman.

Mesin pencari DuckDuckGo mengklaim, dampak dari praktik monopoli Google hanya 2% penelusuran yang terjadi di platform mereka. Perusahaan meyakini jika pengguna opsi untuk memasang DuckDuckGo sebagai mesin pencari default pengguna, angka itu bisa melonjak hingga 20%.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)