Dicari: Tenaga Terampil Data Analytics di Indonesia

Dicari: Tenaga Terampil Data Analytics di Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 24 Okt 2020 18:30 WIB
Data Academy
Foto: Dok. Data Academy
Jakarta -

Data science & AI telah merambah setiap bidang industri. Keduanya memainkan peran penting dalam mengubah data menjadi aset sebagai bagian dari pencapaian transformasi digital.

Talenta yang menguasai area data science & AI menjadi sangat dibutuhkan di dunia maupun Indonesia. Hal ini diutarakan oleh CEO Data Academy Luthfy Ardiansyah.

"Transformasi digital sejatinya melibatkan tiga aspek yakni teknologi, data dan manusia. Aspek manusia berupa budaya digital dan talenta digital yang mesti disiapkan, dimana budaya dan talenta data analytics menjadi bagian pentingnya. Hal ini menyangkut kesiapan keterampilan (hard skill) maupun pola pikir (soft skill). Persiapan tenaga terampil di bidang ini kian mendesak," ungkap Lutfhfy dalam keterangan yang diterima detikINET.

Menurut Luthfy, menyiapkan talenta di area data science dan AI di perusahaan memerlukan adaptasi bukan hanya di area penguasaan teknologi, namun juga perlu perubahan pola pikir (mindset).

Artinya semua informasi dan keputusan yang ada di perusahaan harus berdasarkan fakta dan analisa data, dengan dukungan teknologi data science dan AI.

"Sebagian besar perusahaan yang telah sukses menerapkan tranformasi digital, karena berinvestasi dalam aktivitas percepatan adaptasi ini, antara lain melalui pelatihan dan training," ujar Luthfy.

Salah satu perusahaan yang serius berinvestasi dalam data analytics yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri terus meningkatkan kompetensi pegawainya melalui berbagai training guna mendukung data-driven culture decision making.

Tujuannya, setiap unit di Bank Mandiri memiliki talenta data analytics yang bisa melakukan self-service analytics guna menyelesaikan permasalahan bisnis masing-masing.

"Kami menjawab tantangan termutakhir yang berubah dengan cepat melalui strategi korporasi meliputi transformasi digital dan teknologi informasi, pengembangan talenta dan corporate culture serta relationship-based pricing. Ketiga strategi itu membutuhkan kapabilitas data analytics secara internal. Kebutuhan akan kemampuan personil data analytics menjadi urgent bagi Bank Mandiri," kata Grace Winnee Malia Sitompul, Vice President EDM Group Bank Mandiri.



Simak Video "Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Netizen Serukan 'Comeback' Bu Susi"
[Gambas:Video 20detik]

Berita Terkait