Kata Pengamat Soal Rencana Investasi Telkom ke Gojek

Kata Pengamat Soal Rencana Investasi Telkom ke Gojek

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 07 Okt 2020 20:40 WIB
ilustrasi startup
Foto: Internet
Jakarta -

Rencana investasi Telkom ke Gojek mendapat tanggapan positif dari pengamat, utamanya karena bisa mendukung Telkom memperkuat bisnis digitalnya.

Kartika Sutandi, Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, menilai positif jika benar Telkom Group akan investasi di Gojek. Ini disebabkan ke depan bisnis telekomunikasi tidak sekadar connectivity, tetapi sudah merambah ke bisnis digital.

Menurutnya soal bisnis connectivity, Telkom beserta Telkomsel sudah sangat memahami bisnisnya. Ini dibuktikan dengan kehadiran Telkom dan Telkomsel di seluruh pelosok Indonesia. Dari daerah yang menguntungkan hingga daerah tertinggal, terluar, dan terpencil.

"Soal bisnis connectivity kita tak perlu ngajarin Telkom Group. Mereka sudah yang terbaik. Namun sekarang setelah bisnis connectivity, apa lagi yang harus didapatkan oleh perseroan. Saat ini bisnis connectivity pertumbuhannya hanya single digit. Padahal CAPEX industri telekomunikasi tidak pernah kenal kata berhenti. Dengan pertumbuhan industri single digit dan CAPEX yang besar membuat value perusahaan telekomunikasi sangat rendah," terang Kartika.

Jika tak mulai memasuki bisnis digital, menurut Kartika, Telkom akan tidak menarik lagi. Dengan mereka berinvestasi di perusahaan digital, menurut Kartika, membuat value Telkom menjadi kembali menarik. Investor melihat Telkom tak sekadar sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi semata, tetapi sudah menjadi one stop digital telecommunication provider.

"Karakter perusahaan infrastruktur valuasinya rendah. Enterprise Value (EV) EBITDA Telkom hanya 5.5 kali. Ini karena old economic, sudah tidak ada pertumbuhan lagi," jelasnya.

Menurut Kartika, hal ini berbeda dengan perusahaan digital atau yang mengembangkan new economic.

"Tesla bisa mencapai 57 kali. Sementara Alibaba bisa mencapai 24 kali. Jadi kalau Telkom mau tumbuh lagi, maka sudah jadi keniscayaan jika mereka harus berinvestasi di perusahaan digital," terang Kartika.

Sebenarnya Telkom bukan satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang berinvestasi di perusahaan digital. Beberapa waktu lalu, menurut Kartika, perusahaan telekomunikasi Reliance Jio juga berinvestasi di perusahaan digital. Dengan mengusung Jio Platforms, perusahaan telekomunikasi asal India ini mengembangkan bisnis digitalnya.

"Jadi wajar jika saat ini Telkom juga berinvestasi di perusahaan digital. Karena perusahaan digital memiliki value yang tinggi. Telkom berinvestasi di perusahaan digital bukan karena mereka tak mau membuat perusahaan digital. Namun perusahaan digital yang dibuatnya selama ini tidak sukses. Menurut saya lebih baik Telkom investasi di perusahaan yang sudah kelihatan prospek bisnisnya daripada mereka investasi dengan membuat perusahaan baru yang prospeknya belum jelas," tambahnya.

Selanjutnya: menakar investasi di Gojek...