Token Cartesi Mulai Dijajakan di Tokocrypto

Token Cartesi Mulai Dijajakan di Tokocrypto

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 16 Jul 2020 21:00 WIB
Tokocrypto
Foto: Dok. Tokocrypto
Jakarta -

Tokocrypto mulai memperdagangkan Token Cartesi (CTSI), Sistem Operasi untuk DApps yang menjembatani perangkat lunak open-souce Linux dengan teknologi Blockchain.

Cartesi mulai diperjualbelikan sejak 14 Juli 2020 pukul 10.00 WIB dan dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun USD Tether (USDT).

Cartesi baru-baru ini meluncurkan Portal Dokumentasi Pengembangan Perangkat Lunak Descartes (Descartes SDK Documentation Portal) yang siap menghadirkan kenyamanan dan skalabilitas bagi para pengembang aplikasi yang didesentralisasi (decentralized applications).

"Kami sangat senang menyambut kehadiran Cartesi, sebuah proyek yang bertujuan untuk memecahkan masalah skalabilitas dan kegunaan industri Blockchain. Ini merupakan salah satu dari tujuan kami untuk memberikan lebih banyak pengalaman menarik di dunia kripto bagi para nasabah Tokocrypto," kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto dalam keterangan yang diterima detikINET.

Erick Demoura, CEO Cartesi mengatakan,"Kami sangat senang bisa membawa Cartesi di Pasar Indonesia melalui kolaborasi dengan Tokocrypto. Kerjasama ini adalah salah satu dari berbagai inisiatif kami untuk membawa token CTSI lebih dikenal secara global".

Pada Februari 2020, Cartesi juga mengumumkan DApp pertamanya, Creepts, infrastruktur game terdesentralisasi pertama di dunia yang dibangun dengan Linux. Cartesi ditempatkan untuk menjadi sistem operasi bagi jutaan aplikasi open-source Linux di blockchain.

Sebelumnya, Tokocrypto mengandeng Asli RI, sebuah perusahaan layanan verifikasi biometrik. Melalui kerja sama ini, Tokocrypto mempercayakan layanan verifikasi biometrik dan verifikasi liveness dari Asli RI di platform versi terbarunya, yaitu Tokocrypto 2.0.

Adapun kolaborasi keduanya ini juga sebagai bentuk kepatuhan terkait Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



Simak Video "Kemenristek Imbau Agar Hati-hati soal Klaim Obat Corona Hadi Pranoto"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)