UMKM Terdampak Pandemi, Grab Bantu dengan Go Online

UMKM Terdampak Pandemi, Grab Bantu dengan Go Online

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Kamis, 25 Jun 2020 11:45 WIB
Grab
Ilustrasi UMKM (Foto: Dok Grab)
Jakarta -

Grab Singapura mengadakan Small Business Booster Programme untuk membantu usaha kecil di Asia Tenggara beradaptasi dengan masa New Normal. Program ini merupakan upaya Grab dalam mendigitalkan bisnis UMKM, khususnya yang masih konvensional. Dengan begitu para UMKM dapat berkembang di kala pandemi ini.

Co-Founder Grab Tan Hooi Ling mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Asia Tenggara, tetapi sebagian besar masih dijalankan secara offline. Sementara ketergantungan pada layanan online sedang tumbuh-tumbuhnya di masa pandemi ini, sehingga risiko kesenjangan digital harus diantisipasi.

"Mereka perlu merangkul teknologi dan digitalisasi. Jika tidak, bisnis mereka akan berisiko tertinggal jauh di belakang. Melalui Small Business Booster Programme Grab, pihaknya berharap dapat membantu UMKM menyesuaikan diri dengan new normal ini," ujarnya, dikutip dari situs resmi Grab Singapura, Kamis (25/6/2020).

Diketahui, program penguat bisnis kecil tersebut akan memfasilitasi pegiat UMKM tradisional baik dengan memberi mereka etalase digital pada platform Grab atau melalui integrasi pembayaran elektronik.

"Di antara usaha kecil yang sudah ada di platform Grab, survei internal menemukan bahwa 76 persen dari mereka menginginkan lebih banyak dukungan untuk meningkatkan visibilitas mereka, dan 56 persen menginginkan alat untuk membantu mereka berinovasi dan memberikan wawasan untuk mengembangkan bisnis mereka," ungkapnya.

Berikut komponen utama dari program digitalisasi UMKM ala Grab:

1. GrabMerchant: Platform all-in-one untuk pemilik bisnis guna membantu menumbuhkan pelanggan, mengoptimalkan penjualan dengan menjaga biaya operasional tetap terkendali.

2. Program Dukungan Pedagang Offline ke Online (O2O): Ini merupakan layanan pembayaran nontunai sehingga pedagang dapat menerima pembayaran secara cashless melalui GrabPay.

Selama COVID-19, banyak pedagang beralih ke media sosial dan platform online lainnya untuk menjual dagangan, tetapi tidak memiliki cara mudah untuk menerima pembayaran.

Dengan GrabPay Link menjadi solusi bagi pedagang untuk menerima transaksi pembayaran secara instan. Dalam beberapa minggu pertama peluncurannya di Singapura dan Malaysia, Grab telah melihat lebih dari 2.500 mitra dagang menggunakan fitur ini.

3. Merchant Discovery: Bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha pedagang sekaligus mendorong promosi kepada pelanggan yang berada di dekatnya. Fitur ini tentu akan menarik pelanggan untuk berbelanja, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan retensi pelanggan.

4. Iklan gratis: Grab akan menanggung biaya untuk memproduksi iklan untuk sekitar 6.000 bisnis lokal di 28 kota di 8 negara, dan menampilkannya di dalam aplikasi untuk periode 5 minggu dimulai sejak Juli mendatang.

Selain itu di Singapura, Grab telah memulai serangkaian kampanye iklan halaman media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube Grab. UMKM asal Singapura yang jualannya ditampilkan di channel ini mengaku mengalami peningkatan pesanan rata-rata 20 persen setiap minggunya.

(prf/fay)