Penjelasan Lengkap Bos Gojek Soal PHK Ratusan Karyawan

Penjelasan Lengkap Bos Gojek Soal PHK Ratusan Karyawan

Tim - detikInet
Rabu, 24 Jun 2020 12:12 WIB
Gojek, Kantor Gojek, Ilustrasi Gojek
Kantor Gojek (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Gojek mengumumkan penutupan layanan GoLife serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 430 karyawannya. Pandemi COVID-19 ditengarai penyebab kedua keputusan berat itu dikeluarkan.

Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi yang keduanya sama-sama menjabat CEO Gojek telah memberikan penjelasan panjang lebar pada karyawan Gojek soal keputusan tersebut, melalui email.

Dalam pernyataan resmi yang diterima detikINET, berikut pernyataan lengkap mereka:

Halo semuanya. Setelah kita semua menjalani hari yang sangat emosional, kami ingin kembali menyampaikan terima kasih yang tulus kepada rekan-rekan semua karena sudah bersedia mendengarkan, berpartisipasi dan memahami apa yang kami sampaikan di masing-masing sesi townhall hari ini.

Alasan kami mengadakan townhall meeting dengan setiap divisi, bukan hanya mengadakan satu kali townhall besar bagi semua karyawan di perusahaan, karena kami ingin menyampaikan secara lebih personal mengenai kabar ini, dan membuat setiap karyawan memiliki kesempatan untuk bisa memahami apa artinya keputusan ini bagi kalian di setiap departemen.

Kalian telah mendengar dari kami berdua mengenai bagaimana luar biasanya COVID-19 mempengaruhi bisnis kita dan menghadirkan sejumlah tantangan yang harus kita hadapi dan sikapi bersama-sama.

Tantangan terbesar adalah masih adanya ketidakpastian di masa mendatang dan fakta paling menyakitkan adalah ini untuk selamanya akan mengubah cara operasional beberapa bisnis dan produk yang kita miliki. Kita harus merespon apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada.

Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi, dan mengambil keputusan berani untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas pelanggan akan memastikan kita dapat selalu membuat dampak positif bagi kehidupan jutaan orang serta juga memastikan pertumbuhan di masa mendatang.

Namun, kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini. Perjalanan menjadi semakin sulit karena kita harus berpisah dengan 430 karyawan, yang selama ini menjadi rekan kerja sehari-hari yang dekat dengan kita, lalu juga adanya penutupan GoLife dan GoFood Festival - bisnis yang memiliki peran penting dalam sejarah Gojek. Menyusul hal ini, izinkan kami untuk menyampaikan beberapa pandangan pribadi kami.

Dari Kevin:

"Lima tahun lalu, kita pernah mengalami suatu momen di mana Gojek hampir kehabisan dana; gaji harus dibayarkan dalam beberapa hari dan tanpa tambahan dana, kami tidak dapat menggaji setiap orang pada bulan itu. Saya menelepon ke mana-mana meminta bantuan untuk dana darurat (pada saat itu Andre duduk di jajaran komisaris dan dia salah satu orang yang saya hubungi).

Saat itu saya duduk di tangga di kantor kita sebelumnya, memandangi 150 karyawan yang bergantung pada kami untuk bisa mendapatkan solusi. Pada momen itu, saya sangat bersyukur kepada para karyawan yang telah menaruh harapan, impian dan ambisi ke startup kecil ini. Saat itu, saya berpikir, jika perusahaan tidak bertahan, maka kami akan mengecewakan setiap orang yang ada di kantor ini.