Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Oracle 'Main Mata' Dengan Pengguna SAP

Oracle 'Main Mata' Dengan Pengguna SAP


- detikInet

Jakarta - Oracle mengaku telah membina hubungan dengan para pengguna saingannya SAP. Oracle mengklaim hal ini dilakukan sebagai bentuk program untuk memacu inisiatif OFFSAP (Oracle Fusion For SAP) di Asia Pasifik. Demikian dilansir detikinet dari keterangan tertulisnya, Selasa (13/12/2005). Program itu diklaim telah memberi kontribusi bagi kajian pasar yang mendalam mengenai pengguna Oracle, PeopleSoft, JD Edwards dan SAP. Tak hanya di Indonesia, program itu juga dilakukan oleh Oracle Asia Pasifik sebagai upaya memahami faktor-faktor yang mendorong adopsi teknologi informasi (TI) di Asia Pasifik dalam 12 bulan ke depan. Dalam keterangan ini, Oracle mengaku telah menghubungi antara lain lebih dari 100 pengguna SAP dimana 12 persennya meminta pertemuan lanjutan dan lebih dari 150 pengguna yang dihubungi atau sekitar 29 persen yang kemudian meminta informasi lebih lanjut dan follow up. Dari hasil 'main mata' itu, Oracle mengklaim mendapatkan informasi bahwa lebih dari 50 persen pengguna SAP yang dihubungi menggunakan versi 4.6c dan kurang dari 10 persen pelanggan yang dihubungi telah meng-upgrade solusi bisnis mereka ke versi terbaru dari SAP yakni mySAP. Hal lain yang diklaim Oracle menjadi pokok keprihatinan pengguna yang dihubungi ialah tingginya biaya kepemilikan (cost of ownership), kompleksitas upgrade, ketersediaan support berkelanjutan (ongoing support) dan ketiadaaan kelenturan bisnis (business agility). Tabuh Genderang Perang Sepanjang Asia Pasifik Masih menurut keterangan tertulisnya, dikatakan bahwa biaya pemeliharaan (maintenance) aplikasi SAP 71 persen lebih mahal dibandingkan Oracle. Sedangkan Oracle sendiri mengklaim biaya menjalankan aplikasi Oracle E-Business Suite-nya 48 persen lebih rendah, dibanding SAP yang menggunakan teknologi proprietary (berlisensi khusus-red). Sebagai bagian dari program OFFSAP global yang diperkenalkan pada bulan Agustus 2005, Oracle Asia Pasifik mulai memacu pelaksanaan inisiatif itu dan mengatakan telah memetakan pengguna SAP di Asia Pasifik dalam model 'jemput bola'. Banyak pengguna SAP yang diklaim juga sebagai konsumen pengguna Oracle, PeopleSoft dan JD Edwards. "Kami telah mendengar langsung dari pengguna SAP dan respon mereka terhadap upaya kami sangat positif," papar Craig Jones, Vice President, Applications, Oracle Asia Pacific."Sekarang kami sangat serius berusaha menjawab keprihatinan mereka terhadap meningkatnya biaya dan risiko, serta kompleksitas dalam intergrasi, pemeliharaan dan upgrade sistem-sistem lama mereka," imbuhnya lagi. (ien/)







Hide Ads