Nekat Jual Rapid Test COVID-19 di Lazada, Bisa Kena Sanksi!

Nekat Jual Rapid Test COVID-19 di Lazada, Bisa Kena Sanksi!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 03 Apr 2020 13:47 WIB
Lazada
Lazada menindak tegas penjual rapid test corona di platform-nya. (Foto: Irna Prihandini/detikInet)
Jakarta -
Lazada mengaku terus memonitor penjualan rapid test corona di platform miliknya. Jika melanggar, penjualnya bisa mengalami sanksi tegas.
Kepada detikINET, Ferry Kusnowo, Chief of Customer Experience Lazada Indonesia menuturkan pihaknya selalu sigap menjaga ketenangan di tengah khalayak umum dengan memonitor produk rapid test COVID-19 serta produk serupa lainnya di dalam platform kami.
"Lazada secara proaktif melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan segala produk yang melanggar kebijakan dan menindak tegas pelanggaran tersebut dengan menurunkan produk terkait, dalam hal ini rapid test COVID-19. Atas pelanggaran yang dilakukan, seller bersangkutan dikenakan sanksi tegas," ujarnya melalui pesan singkat.
"Terima kasih atas masukan dan saran yang diberikan untuk segera kami tindak lanjuti, seiring dengan komitmen Lazada untuk memberikan pengalaman belanja terbaik bagi konsumen sebagai destinasi belanja nomor satu di Asia Tenggara," sambungnya.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan rapid test yang dijual secara daring atau online merupakan barang ilegal.
Begitu pula saat Konferensi Pers Daring Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (27/3), Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB turut membahas soal rapid test yang terjual bebas di sejumlah e-commmerce dan toko online. Prof Ari mengatakan dirinya tidak merekomendasikan rapid test yang dijual bebas karena kita belum bisa tahu jelas apakah alat tersebut bisa dipertimbangkan keakuratannya.
"Kita mesti hati-hati yang dijual online, kredibilitasnya bagaimana, saya cek di website ada banyak rapid test yang dijual. Kita mesti hati-hati, ketika kita pakai rapid yang belum terverifikasi terus negatif ternyata dia positif akhirnya dia merasa dia tidak positif jadi tidak ada preventif. Ketika dia positif pun juga harus dikonfirmasi dulu," tegasnya.



Simak Video "Pemerintah Distribusikan 125 Ribu Rapid Test Kit Corona ke 34 Provinsi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)