Apple Caplok Aplikasi Cuaca Dark Sky, Versi Android Dimatikan

Apple Caplok Aplikasi Cuaca Dark Sky, Versi Android Dimatikan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 02 Apr 2020 10:16 WIB
NEW YORK, NY - JULY 23: The Apple logo hangs in front of an Apple store on July 23, 2013 in New York City. Apple is due to report third-quarter earnings after the markets close Tuesday. Apple, the California based technology company, has watched its stock sink to $427.68 a share from an all-time high of $702 last September. The company is under pressure to release a new blockbuster product.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Apple Akuisisi Aplikasi Cuaca Dark Sky Foto: Gettyimages - Spencer Platt
Jakarta -

Apple baru saja mengakuisisi aplikasi cuaca populer, Dark Sky. Tidak diketahui berapa biaya yang digelontorkan Apple untuk meminang aplikasi ini.

Bersamaan dengan akuisisi ini, Apple juga akan membunuh aplikasi Dark Sky versi Android dan Wear OS pada Juli mendatang.

"Tujuan kami adalah selalu memberikan dunia tentang informasi cuaca terbaik, untuk membantu sebanyak mungkin orang tetap kering dan aman, dan melakukannya dengan cara yang menghormati privasi kalian," kata Co-founder Dark Sky Adam Grossman dalam keterangannya yang dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (1/4/2020)

"Tidak ada tempat lebih baik untuk mencapai tujuan ini selain Apple. Kami sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang, dengan dampak lebih besar, daripada yang kami lakukan sendiri," sambungnya.

Untuk saat ini tidak akan ada perubahan pada aplikasi Dark Sky versi iOS. Aplikasi ini bisa diunduh di App Store seharga USD 3.99.

Tapi untuk versi Android dan Wear OS-nya sudah tidak bisa diunduh lagi. Pengguna Dark Sky versi Android saat ini hanya bisa menggunakannya hingga 1 Juli mendatang sebelum aplikasi tersebut benar-benar dimatikan. Pengguna dengan langganan aktif akan menerima refund pada tenggat waktu tersebut.

Dark Sky juga mengatakan bahwa layanan API-nya akan terus beroperasi hingga akhir 2021. Tapi mereka tidak lagi membuka lowongan untuk developer aplikasi pihak ketiga yang ingin menggunakan API-nya.

Padahal ada beberapa aplikasi cuaca yang mengandalkan data dari Dark Sky, sehingga setelah tenggat waktu tersebut mereka harus mencari sumber lain.

Dark Sky pertama kali diperkenalkan lewat kampanye Kickstarter pada 2011. Aplikasi ini mengandalkan kecerdasan buatan untuk menghasilkan perkiraan cuaca yang akurat, bahkan hingga hitungan menit.

Aplikasi ini memang hanya tersedia di empat negara yaitu Amerika Serikat, Inggris, Irlandia dan Puerto Rico. Tapi aplikasi ini terbilang sangat populer dengan jumlah download di Play Store yang mencapai lebih dari satu juta.



Simak Video "Apple Sediakan Screening Gejala Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)