Startup Penginapan Online Menderita Gegara Corona

Startup Penginapan Online Menderita Gegara Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 31 Mar 2020 08:30 WIB
Airbnb
Aplikasi Airbnb. Foto: Istimewa
San Francisco -

Airbnb termasuk salah satu startup yang terimbas besar dari wabah virus corona. Startup ini bergerak di bisnis penginapan online dan karena banyak dilakukan lockdown ataupun social distancing, Airbnb mengalami gangguan.

Akibatnya, mereka melakukan langkah efisiensi. Untuk sementara, tidak akan ada karyawan baru yang direkrut dan aktivitas marketing disetop.

Dikutip detikINET dari CNBC, pendiri perusahaan juga tidak akan mendapatkan gaji lagi. Sedangkan para eksekutif gajinya diturunkan 50% selama 6 bulan ke depan.

Karyawan terkena pula imbasnya di mana pada tahun ini, kemungkinan besar mereka takkan memperoleh bonus. Berbagai kebijakan itu tentu untuk membuat perusahaan tetap bertahan di masa berat ini.

Padahal sebelum virus corona melanda, Airbnb rencananya akan menggelar IPO (Initial Public Offering) atau berjualan saham perdana. Sebagai salah satu startup besar, IPO mereka banyak dinantikan.

Kini, industri travel sedang dihantam situasi berat terkait penyebaran virus corona. US Travel Association memprediksi industri ini akan kehilangan 4,6 juta pekerjaan tahun ini.

Valuasi Airbnb diperkirakan di kisaran USD 31 miliar. Sama seperti beberapa startup besar lain, mereka belum meraih untung. Misalnya pada kuartal I 2019, Airbnb dikabarkan rugi sampai USD 306 juta.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)