Senin, 03 Feb 2020 19:41 WIB

Ramai Wabah Virus Corona, Pabrik Huawei Tetap Genjot Produksi

Virgina Maulita Putri - detikInet
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Huawei logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images) Ramai Wabah Virus Corona, Pabrik Huawei Tetap Genjot Produksi (Foto: Alexander Koerner/Getty Images)
Jakarta -

Di tengah ramainya wabah virus Corona, beberapa perusahaan teknologi di China tetap menggenjot proses manufaktur dan produksi. Padahal pemerintah China telah memerintahkan agar semua karyawan diliburkan untuk menghindari penyebaran virus corona yang lebih luas.

Salah satu perusahaan yang tetap buka saat ini adalah Huawei. Dilansir detikINET dari Reuters, Senin (3/2/2020) juru bicara Huawei mengatakan produksi untuk perangkat konsumer dan peralatan jaringan telah dilanjutkan dan berjalan seperti biasa.

Rupanya, Huawei kembali melanjutkan operasi karena ada pengecualian khusus yang mengizinkan industri penting untuk tetap beroperasi, walaupun saat ini ada perintah dari otoritas China untuk meliburkan semua pekerjaan.

Juru bicara Huawei mengatakan sebagian besar produksi yang mereka lakukan bertempat di Dongguan, sebuah kota yang berada di selatan Provinsi Guangdong, China.

Selain Huawei, beberapa pabrik produsen chip juga tetap beroperasi di tengah wabah virus corona. Bahkan Yangtze Memory Technologies (YMTC) pabrik produsen chip memory yang berbasis di Wuhan, kota asal wabah virus corona, mengatakan mereka tetap beroperasi seperti biasa.

"Saat ini, produksi dan operasi di YMTC berlangsung dengan normal dan teratur," kata juru bicara YMTC dalam keterangan resminya.

Juru bicara YMTC menambahkan tidak ada karyawan pabriknya yang positif terinfeksi virus corona. Mereka juga telah menyiapkan tindakan isolasi dan partisi untuk memastikan keamanan karyawannya.

Sementara itu, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) juga tetap beroperasi selama libur Imlek dan terus melanjutkan operasi walau wabah virus corona semakin meluas. Tapi mereka tetap melindungi keselamatan karyawan dan mengikuti aturan pemerintah.

"SMIC harus memastikan bahwa pabrik produksi tetap berjalan 365 hari setahun dan 24 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan fabrikasi konsumen," tulis SMIC dalam postingannya di media sosial.



Simak Video "China Klaim Virus Corona 'Habis' Maret"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)