Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Untuk TI, BNI Investasi US$98 Juta

Untuk TI, BNI Investasi US$98 Juta


- detikInet

Jakarta - PT Bank BNI menganggarkan US$98 juta hingga tahun 2007, untuk investasi dan biaya operasional sistem teknologi informasi (TI). Biaya tersebut juga termasuk untuk penggantian aplikasi core banking menjadi tersentralisasi.General Manager Teknologi Informasi PT Bank BNI tbk, Wisnu Wardana mengatakan, anggaran itu mencakup software, hardware, biaya implementasi dan pelatihan, serta perbaharuan ribuan komputer untuk seluruh kantor cabang BNI di seluruh Indonesia."Anggaran tersebut juga termasuk biaya operasional seperti kontrak maintenance, sehingga termasuk dalam total cost ownership (TCO) TI BNI," katanya di Hotel Mulia Senayan, Senin (28/11/2005)."Sistem TI sendiri mengambil porsi 30 hingga 35 persen dari total biaya operasional perbankan, termasuk biaya pemeliharaan ke tingkat pengguna akhir dan jaringan ATM," ujarnya.Menurut Wisnu, sebagian anggaran itu sudah digunakan untuk sistem core banking tersentralisasi di seluruh cabang. sistem ini mulai beroperasi sejak Oktober 2005, untuk menggantikan sistem sebelumnya, yang beroperasi secara terpisah-pisah. Sistem yang dikembangkan sejak awal tahun ini, dinamai BNIIcons (Integrated and Centeralized, Online Systems).Sistem ini diperkirakan mampu menghemat biaya operasional TI di BNI antara 20 hingga 25 persen, dibandingkan sistem terdistribusi. Selain itu, sistem tersentralisasi juga meningkatkan efisiensi lalu lintas data.Pada saat BNI masih menggunakan sistem terdistribusi, setiap kantor cabang memiliki aplikasi core banking sendiri-sendiri, lalu lintas transaksi antarcabang diatur oleh semacam switch di kantor pusat."Dengan asitektur ini, sering kali transaksi salah tujuan. Masalah tumbuh sesuai deret ukur, sebaliknya penyelesaian menuruti deret tambah, jadi tidak pernah selesai," ujar Wisnu.Setelah berganti jadi sistem tersentralisasi, transaksi antarcabang langsung dilakukan mesin di kantor pusat, yang menjalankan software database dari Oracle. Saat ini sistem TI BNI menangani sekitar 5 juta transaksi per hari, dengan beban puncak antara pukul 09.00 sampai 11.00, mencakup hampir 1.000 outlet, dan melayani sekitar 9 juta nasabah di seluruh Indonesia.Awal tahun 2005, BNI memperbaharui infrastruktur komputernya yang berjumlah 10 ribu unit, di seluruh cabang di Indonesia. Komputer yang dipakai berteknologi prosesor Intel Pentium IV terbaru, dilengkapi chipset Intel 915 G, untuk melayani nasabahnya. (ketepi/)







Hide Ads