Kontroversi Achmad Zaky: 'Presiden Baru' Sampai PHK Karyawan

Kontroversi Achmad Zaky: 'Presiden Baru' Sampai PHK Karyawan

Tim - detikInet
Senin, 09 Des 2019 20:13 WIB
Achmad Zaky. Foto: detikINET/Baban Gandapurnama
Jakarta - Achmad Zaky adalah salah satu sosok paling terkenal di jagat teknologi. Beberapa kontroversi sempat mewarnai perjalanannya, di samping berbagai kesuksesan besar yang sudah ditorehkan di Bukalapak.

Pada bulan Februari 2019, ia bikin kehebohan lantaran cuitan 'Presiden baru' di Twitter. Kala itu, masih seru-serunya Pemilihan Presiden 2019.

Kata-kata 'presiden baru' itu tercetus dalam sebuah cuitan Zaky saat membahas perbandingan dana riset soal industri 4.0, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43. Dalam data yang dia sodorkan tersebut, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Hal ini memicu reaksi netizen. Pada awalnya yang bergejolak duluan adalah kalangan yang kontra dengan pernyataan Zaky, sehingga mengusung #uninstallbukalapak. Pada prosesnya, ada pula tagar berseberangan yakni #dukungbukalapak.


Pada dasarnya Zaky juga sudah memberikan klarifikasi mengenai kontroversi 'presiden baru' itu lewat rangkaian cuitannya di Twitter. Bukalapak juga memberikan klarifikasi resmi yang turut berisikan pernyataan lanjutan Achmad Zaky.

"Sebagai CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky pada prinsipnya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Beliau sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia," begitu pernyataan Bukalapak pada saat itu.

Bukalapak menambahkan, Zaky memohon maaf atas kekhilafannya dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan cuitan tersebut tak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.