Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Oracle XE Bukan Untuk IGOS!

Oracle XE Bukan Untuk IGOS!


- detikInet

Jakarta - Managing Director Oracle Indonesia Adi J. Rusli mengatakan, database gratisan yang bernama Oracle Database 10g Express Edition atau bisa juga disebut Oracle Database XE, bukan untuk mendukung program Indonesia Goes Open Source (IGOS)."Komitmen kita untuk mendukung program IGOS masih belum berhenti. Masih banyak area (produk) lain. XE arahnya bukan untuk IGOS, karena XE bukan open source," kata Adi di kantor Oracle, Sentra Senayan Jakarta, Rabu (16/11/2005)."Database XE memang tidak untuk open source, tapi kalau ada pengembang aplikasi yang membangun aplikasi di atas Database XE dan aplikasinya dibuat open source, tentu boleh saja," tambahnya.Dengan merilis database gratisan, Oracle berharap, pentingnya peranan database bisa disadari oleh semua kalangan, apalagi dengan pihak yang berurusan dengan data dan informasi.Oracle juga membantah kalau database yang dihadirkannya bertujuan untuk 'menghantam' database gratisan lainnya, yakni MySQL. Adi berkilah dengan mengatakan Oracle hanya memberikan pilihan saja."Nanti yang membedakan antara Oracle dan MySQL hanyalah masalah support saja. Apa para stake holder dari perusahaan yang terdaftar di bursa mau dipusingkan dengan masalah database saja? Mereka pastinya tak mau pusing dan memilih perusahaan yang sudah memiliki nama," ujar Adi memberikan alasan.Menurutnya, selain faktor support, nanti yang menjadi pertimbangan perusahaan ialah faktor keamanan, reliability, dan scalability dalam bisnis. Sedangkan menurut Senior Presales Consultant Oracle 10g, Dadang M. Yusuf, MySQL tak selamanya gratis pula. "MySQL hanya gratis apabila hanya digunakan untuk proyek open source saja. Tapi untuk proyek bisnis seperti pemerintahan, mereka harus membayar ribuan dolar," ujarnya. Penyebab Gratisnya DatabaseAdi juga menceritakan permasalahan yang dihadapi Oracle dengan databasenya saat itu. Menurutnya, ada banyak UKM yang membeli produk database Oracle, tapi sayangnya, pegawai teknologi informasi (TI) di UKM itu kurang mempunyai keahlian, bahkan tidak bisa menangani database itu sama sekali. "UKM belum capai level komputasi mid market ke atas. Padahal potensi UKM besar, lebih dari 50 persen GDP (Gross Domestic Product/pertumbuhan domestik bruto-red) disumbang dari UKM," ujarnya.Itu pula yang membuat Oracle merasa perlu berinisiatif merilis database XE, sebagai database edisi perkenalan atau sebagai sarana untuk belajar database gratis. Hanya saja, penggunaan Oracle XE terbatas pada server dengan satu prosesor, memori satu gigabyte dan hardisk empat gigabyte.Oracle XE ditargetkan untuk dipelajari dan digunakan oleh pengembang, DBA (administrator database-red), ISV dan mahasiswa. Nantinya, Dadang mengatakan, apabila pengguna XE sudah mengalami titik jenuh alias mentok dengan database gratisan itu, dan membutuhkan database yang lebih besar, Oracle menawarkan skema lisensi yang diklaim optimal dan saling menguntungkan. Skema lisensi itu bisa berdasarkan segmentasi name user plus atau jumlah user individual yang mengakses langsung database. Atau bisa juga berdasarkan processor based atau personal computer (PC) yang tercatat."Ke depannya, para pemakai database XE itu kita harap bisa bermigrasi ke kelas yang lebih tinggi tanpa harus mengalami kesulitan," harap Dadang.Sementara itu, Partner Development Manager Oracle, Sakto Wibisono mengatakan dengan adanya database gratis itu, bisa membantu pengembang software lokal (Independent Software Developer/ISV-red) di Indonesia, bahkan Asia. ISV dianggapnya mempunyai kemampuan membuat solusi yang benar-benar spesifik untuk kebutuhan masyarakat.Menurut lembaga riset IDC 2004, Oracle menguasai pangsa pasar database sebesar 37,6 persen. Sedangkan lembaga riset Gartner, memperkirakan pasar itu dikuasai Oracle 38,1 persen. Dengan menanamkan mindset database Oracle ke tiap orang dengan produk gratisan, Adi juga berharap hal itu bisa meningkatkan pangsa pasarnya. Foto: dari kiri: Dadang M. Yusuf, Senior Presales Consultant Oracle 10g; Sakto Wibisono, Partner Development Manager Oracle; Adi J. Rusli, Managing Director Oracle Indonesia (rouzni/)







Hide Ads