Kamis, 07 Nov 2019 21:08 WIB

Fakta di Balik Berubahnya Kios Kudo Menjadi GrabKios

Angga Laraspati - detikInet
Foto: Angga Laraspati/detikcom Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Kudo yang didirikan pada tahun 2014, melakukan rebranding Kios Kudo menjadi GrabKios. Pada masa perubahannya, Kudo pun telah melayani warga Indonesia lewat inovasinya yang memberdayakan warung-warung tradisional. Di balik berubahnya Kudo menjadi GrabKios terdapat fakta-fakta menarik yang perlu diketahui.

Sudah Ada 2,6 Juta Mitra

Sebanyak 2,6 juta mitra Kudo telah bertransformasi menjadi GrabKios yang jaringannya tersebar di lebih dari 500 kota/kabupaten di Indonesia. Grab pun memiliki target untuk menambah satu juta mitra GrabKios pada tahun 2021.

Menurut Head of GrabKios Agung Nugroho, Di Indonesia ada 113 juta orang yang hidupnya bergantung dengan kehadiran warung. Ini hampir dari setengah populasi yang ada di Indonesia dan 46 persen GDP Indonesia itu bergantung kepada ekonomi kerakyatan (warung).

Saat ini terdapat lebih dari 4,5 juta warung tradisional di Indonesia, bahkan hingga ke pelosok desa yang memiliki peranan penting sebagai denyut nadi dan sumber kehidupan masyarakat Indonesia dalam menyalurkan kebutuhan sehari-hari.


Dalam perubahan ini, GrabKios yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM serta didukung oleh Perum Bulog, dan Bank Mandiri menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Warung Nasional. Ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi seluruh warung tradisional terhadap perekonomian Indonesia dan untuk mendukung pemberdayaan warung melalui teknologi dan kemitraan strategis.

Ganti Aplikasi

Aplikasi Kudo yang sudah beroperasi beberapa tahun ke belakang ini, sudah tidak dapat digunakan. Sebagai gantinya, aplikasi Kudo berubah menjadi GrabKios dengan sistem yang sama dan memberikan layanan yang lebih banyak.

GrabKios memberikan berbagai layanan dan fasilitas yang berbeda dari warung-warung biasa kepada para pelanggannya. Misalnya pengantaran paket. Untuk layanan ini pelanggan dapat mengirimkan barang melalui mitra GrabKios. Layanan ini kini tersedia di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya.

Selain itu ada, fitur tabungan emas di mana mitra GrabKios bisa menawarkan ke pelanggan tabungan emas yang aman, terpercaya dan sesuai hukum syariah mulai dari Rp 10.000. Fitur ini telah diluncurkan di Medan dan seluruh kota di Pulau Jawa.

Terakhir ada penawaran asuransi mikro. Di sini pelanggan bisa membeli asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, perlindungan kecelakaan, dan asuransi mikro lainnya. Untuk fitur ini sendiri akan tersedia mulai awal Desember 2019.

Terdapat juga layanan yang telah diluncurkan sebelumnya seperti pulsa, pembayaran beragam tagihan dan tiket perjalanan, layanan pengiriman uang serta registrasi mitra pengemudi Grab.


GrabKios sudah meningkatkan transaksi pemasukan rata-rata 30 persen keuntungan dari warung-warung yang menjadi mitra GrabKios. Untuk jangkauannya sendiri, GrabKios telah menyebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke.

Alasan Berubah Jadi GrabKios

Agung juga menambahkan bahwa warung adalah penggerak ekonomi Indonesia dan berperan penting dalam membentuk masyarakat Indonesia. Sejalan dengan visi Indonesia menuju ekonomi digital, misi GrabKios adalah untuk memastikan tidak ada warung tradisional yang tertinggal. Perubahan Kios Kudo menjadi GrabKios ini pun menjadi langkah integrasi perusahaan untuk mempercepat tujuan tersebut.

"Dengan membawa Kudo lebih dekat ke dalam ekosistem Grab dan bertransformasi menjadi GrabKios memungkinkan kami untuk mempercepat inovasi dan memanfaatkan jaringan kemitraan dari kedua perusahaan untuk menawarkan lebih banyak manfaat dan layanan kepada warung," tandas Agung.

Simak Video "GrabKios Diresmikan, Menteri Koperasi: Semoga Warung Bisa Bersaing"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)