Senin, 21 Okt 2019 22:32 WIB

4 Startup Mentereng yang Ternyata Rugi Segambreng

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 4
Ofo. Foto: reuters Ofo. Foto: reuters
Jakarta - Bisnis startup memang identik dengan 'bakar uang' dan merugi demi mendapatkan pengguna sebanyak mungkin. Tapi jika kerugian yang dialami sangat besar, apalagi sudah berlangsung lama, tentu tetap menimbulkan kekhawatiran.

Berikut ini beberapa satrtup mentereng yang ternyata rugi besar:

1. Ofo

Ofo yang asal China ini pernah menjadi startup bernilai USD 2 miliar. Mereka jadi pionir sewa sepeda online, di mana untuk itu, peminat cukup melakukan scan kode QR dan jika sudah selesai, dapat meninggalkan sepeda di mana saja.

Pada puncak ekspansi, Ofo beroperasi di sekitar 20 negara, dari Prancis, Australia sampai Amerika Serikat. Akan tetapi mereka terlalu agresif dengan mencoba membukukan pertumbuhan secepat mungkin dengan biaya sangat besar.

Akhirnya, Ofo pun keteteran. Kabar terakhir, startup asal China ini tidak mampu membayar utangnya yang menggunung.

Dokumen pengadilan menyebutkan, Ofo terbelit utang USD 36 juta atau di kisaran Rp 508 miliar pada pembuat sepeda Tianjin Fuji-Ta Bycicle Co yang dulu memasok sepeda pada mereka. Karena gagal bayar, Ofo diadukan ke pengadilan Tianjin.

Belakangan, ditemukan pula bahwa Ofo sama sekali tidak punya aset apapun untuk membayar, baik dalam bentuk properti, tanah atau kendaraan. Rekening bank Ofo pun sudah dibekukan terkait kasus lain dan tidak ada uangnya sedikit pun.

Eksekutif top Ofo termasuk para pendirinya, Dai Wei dan Yang Pinjie serta General Manager Chen Jing, telah masuk daftar hitam pengadilan karena tak bisa memenuhi kewajiban pembayaran. Chen juga dilarang meninggalkan China.

(ke halaman selanjutnya) (fyk/fyk)