Kamis, 10 Okt 2019 22:17 WIB

Ultah 10 Tahun, Apa Dampak Tokopedia Pada Ekonomi Indonesia?

Virgina Maulita Putri - detikInet
William Tanuwijaya. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet William Tanuwijaya. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Jakarta - Sebagai startup e-commerce, Tokopedia merupakan salah satu pemain besar dalam sektor ekonomi digital Indonesia. Startup yang dipimpin William Tanuwijaya ini juga memiliki misi untuk mempercepat pemerataan ekonomi di Indonesia.

Setelah 10 tahun berdiri, misi Tokopedia diklaim mulai membuahkan hasil. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebutkan bahwa jangkauan Tokopedia telah mencakup 97% kecamatan di Indonesia.

Tidak hanya itu, hingga saat ini Tokopedia disebut telah memiliki 6,4 juta penjual yang berjualan di platform-nya.


"Akhir tahun 2018 jumlah masyarakat yang berjualan sekitar 5 juta, sekarang sekitar 6,4 juta. 86,55% itu pengusaha baru," kata Co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

"Ini terjadi karena selama 10 tahun terakhir Tokopedia berkomitmen meruntuhkan tembok penghalang dan membangun jembatan sehingga orang lebih mudah untuk melakukan bisnis," sambungnya.

Melonjaknya angka penjual di Tokopedia juga mendorong terciptanya 857 ribu lapangan kerja baru di Indonesia pada tahun 2018. Lapangan kerja baru ini selain dari penjual baru juga dari sektor yang terkait dengan e-commerce seperti logistik.

Riset ini juga melihat bagaimana kontribusi Tokopedia terhadap ekonomi Indonesia. Pada tahun 2018, kontribusi Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp 58 triliun. Pada tahun 2019, LPEM FEB UI memperkirakan angka ini akan menyentuh Rp 170 triliun.

Sementara itu, Tokopedia memperkirakan nilai gross merchandise value (GMV) mereka pada tahun 2019 akan mencapai angka Rp 222 triliun. Angka ini setara dengan 1,5% dari perekonomian Indonesia.


Walau begitu, William merasa perjalanan Tokopedia masih panjang, terutama dari segi pemerataan ekonomi digital.

"Tokopedia harus bisa berinovasi, berevolusi. Bagaimana kita bisa membantu petani, pelayanan untuk bisa menikmati infrastruktur teknologi yang dinikmati oleh para pedagang-pedagang dan produsen yang ada di Tokopedia selama 10 tahun terakhir," ujar William.

"Bagaimana kami bisa membantu bisnis atau profesi apa pun yang ada di Indonesia. Nah ini yang akan menjadi fokus kami ke depan dan tentunya kami tahu bahwa kami baru memulai," pungkasnya.

Simak Video "Belum Ingin Ekspansi ke Luar Negeri, Tokopedia Becermin dari Alibaba"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)