Sony Rugi, Malah Bersyukur!
- detikInet
Jakarta -
Bila perusahaan Anda mengalami kerugian, tentunya Anda merasa gagal bukan? Namun tidak dengan Sony. Setelah merugi, Sony, pembuat alat-alat elektronik kedua terbesar di dunia justru malah bersyukur. Lho kok?Keuntungan Sony yang ambruk pada kuartal kedua kemarin, dipicu merosotnya harga televisi serta biaya yang dikeluarkan terkait dengan peluncuran konsol game terbaru mereka.Asal diketahui saja, keuntungan bersih perusahaan tersebut menurun menjadi senilai 28,5 miliar yen (1 yen = Rp 86,77 Sumber:detik.com) dari yang tadinya 53,2 miliar pada tahun lalu, periode yang sama.Meskipun begitu, Sony masih bisa bersyukur karena keuntungan grup perusahaan justru naik, lebih dari yang diharapkan. Yakni sebesar 65,9 miliar yen, dari yang tadinya hanya mencapai 43,4 miliar setahun silam.Sony merestrukturisasi bisnisnya dan berusaha membuat jarak dengan lawan-lawannya seperti Sharp dan Apple. Bulan lalu Chief Executive Howard Stringer mengumumkan pemotongan karyawan sebanyak 10 ribu pekerja atau sekitar 7 persen dari total semua pekerjanya.Menurut para analis, adanya kompetisi yang kuat dari produsen yang mematok harga rendah di negara-negara seperti Cina, juga turut mempengaruhi penekanan harga. Selama kuartal kedua, Sony mengatakan penjualannya tidak berubah pada angka sekitar 1,7 triliun yen.Perusahaan itu pun kembali mengulangi pernyataan, pihaknya akan tetap mengalami kerugian setahun penuh sebesar 10 miliar yen. Tetapi Chief Financial Officer, Nobuyuki Oneda mengatakan, penjualan Sony dengan merek Bravia membantu mengurangi kerugian divisi televisi."Meskipun jumlahnya masih negatif, tetapi kerugiannya lebih sedikit ketimbang yang kami prediksikan. Bravia dan camcoder berhasil menekan kerugian, tetapi kami masih harus berhati-hati akan kondisi kedepan," imbuhnya, seperti dilansir BBC News yang dikutip detikinet Jumat (28/10/2005).Untuk diketahui juga, unit film pun mengalami kerugian. Setelah gagal mempublikasikan film laris blockbuster seperti Spiderman 2 tahun lalu. Dan dari segi postifnya, Sony berhasil meningkatkan target pengapalan untuk produk PlayStations.
(ien/)