Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Saingi Google
Microsoft Akan Bikin e-Library
Saingi Google

Microsoft Akan Bikin e-Library


- detikInet

Jakarta - Microsoft kini berkecimpung dalam bisnis pencarian buku dan tulisan lain secara online. Tak seperti rivalnya, Google, pihaknya berusaha untuk tidak tersandung kasus hukum.Saat ini, raksasa software yang berbasis di Redmond itu memusatkan perhatian untuk buku, materi-materi akademis serta publikasi lain yang milik public domain. Sebagai langkah awal, Microsoft berniat bekerja sama dengan organisasi industri bernama 'Open Content Alliance' demi mewujudkan layanan pencarian buku sebanyak 150.000 bahan bagi pengguna. Layanan ini sedianya akan diuji coba tahun depan.Sekedar informasi, portal internet paling top Yahoo Inc. juga anggota aliansi tersebut. Persekutuan itu kini tengah bekerja untuk membuat buku dan konten offline lain untuk ditampilkan secara online tanpa bermaksud menyinggung kalangan penerbit dan pengarang buku.Direktur Utama Pembelian Konten Pencarian MSN Online Microsoft, Danielle Tiedt mengatakan, pihaknya juga tengah bekerja sama dengan penerbit dan perpustakaan guna menghadirkan bahan-bahan yang dilindungi hak cipta lebih banyak lagi. Menurut Tiedt, Microsoft kemungkinan akan mengenakan bayaran untuk pencarian konten terkait."Rencananya ada sekitar 150 ribu buku yang akan diuji coba," tandas Tiedt seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Kamis (27/10/2005). Di sisi lain, Google mencoba mengambil pendekatan yang berbeda. Pihaknya berencana memasukkan jutaan buku yang dilindungi hak cipta dari tiga perpustakaan universitas ternama ke dalam indeks pencariannya. Universitas tersebut adalah Harvard, Stanford dan Michigan.Menanggapi rencana Microsoft yang akan menawarkan pencarian bukunya sendiri, Google pun tak goyah. Raksasa mesin pencarian itu pun berniat menghadirkan lebih banyak konten secara gratis. Jika ini terjadi, pendekatan yang dilakukan Microsoft terancam gagal. Pasalnya, layanan Microsoft berbayar.Tiedt menambahkan, Microsoft membuat pencarian buku dari sudut pandang yang berbeda. Ini disebabkan karena pembuat software itu sendiri juga sering jadi sasaran pelanggaran hak cipta. Contohnya, banyak beredar versi bajakan sistim operasi Windows Microsoft di berbagai negara berkembang.Itupun hanya dengan membayar beberapa dolar saja. Google memang jauh memimpin pasar pencarian. Menurut Nielsen/Net Ratings, pada September silam saja 45,1 persen dari semua pencarian internet di Amerika Serikat dikuasai oleh Google. Sedangkan pada periode yang sama, MSN Search Microsoft berada di posisi ketiga yakni dengan 11,7 persen. (ien/)





Hide Ads