Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Oracle Gencarkan Business Intelligent
Budget TI Untuk Perusahaan Retail Naik 10 Persen
Oracle Gencarkan Business Intelligent

Budget TI Untuk Perusahaan Retail Naik 10 Persen


- detikInet

Jakarta - Persaingan bisnis yang ketat diantara perusahaan retail, membuat mereka sangat bergantung pada teknologi informasi (TI) untuk mengambil keputusan secepatnya. Budget untuk itu pun dinaikan 10 persen dari biasanya. Oracle pun mengintip peluang itu dengan menggencarkan Business Intelligent."Karena persaingan yang ketat, budget untuk TI kita naikan 10 persen sejak dua bulan lalu," ujar Handaka Santasa, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) di Kantor Oracle Plaza Sentral Senayan, Jakarta."Belum lagi gara-gara bom Bali dan kenaikan BBM, pasar sangat bergejolak. Jadi kalau kita lengah, mereka (pesaing bisnis-red) yang lebih dulu mempersiapkan TI dengan baik, akan lebih dulu meraih pasar," papar Handaka beralasan.Menurut Handaka, budget yang dikeluarkan perusahaan untuk alokasi implementasi TI bervariasi. "Tergantung implementasinya, mau dari front end hingga back end, atau salah satunya saja," jelasnya.Saat ini, para pengusaha retail itu sedang giat-giatnya melirik perkembangan TI demi meningkatkan kinerja bisnis mereka. Sebelumnya, APRINDO juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Microsoft Indonesia. TI nampaknya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis. APRINDO juga menunggu perkembangan teknologi RFID (identitas yang bisa dilacak dengan frekuensi radio-red) untuk implementasi bisnisnya. Tapi untuk saat ini, mereka lebih memilih teknologi yang diklaim sudah terbukti meningkatkan keuntungan perusahaan retail itu.Marketing Manager PT Oracle Indonesia, Goenawan Loekito, menganjurkan memilih perangkat Business Intelligent yang bisa berjalan di berbagai jenis platform sistim operasi seperti Windows, Unix, serta Linux."Investasinya memang lebih mahal, tapi manfaatnya bisa untuk jangka panjang," ujar Goenawan.Khusus untuk perusaan retail, Oracle mengatakan telah menciptakan Oracle Retail. Produk itu merupakan hasil dari penggabungan teknologi Oracle, Retex dan ProfitLogic. Oracle Retail diklaim membantu perusahaan retail untuk menghasilkan perbaikan finansial, operasional, bisnis strategi nyata dan rancangan concept-to-market lebih cepat. Untuk itu disediakan aplikasi merchandising dan supply chain and store yang dapat dipadukan dengan software enterprise, middleware, dan perangkat aplikasi Oracle lainnya.Keterangan Foto: (Luar) Managing Director Oracle Indonesia Adi J. Rusli dan Marketing Director Oracle Indonesia Goenawan Loekito. (Dalam) Ketua Umum APRINDO Handaka Santasa (rouzni/)







Hide Ads