Kamis, 27 Jun 2019 16:44 WIB

2030, Robot Bisa Ambil Alih 20 Juta Lapangan Kerja Manusia

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi
Jakarta - Sebuah studi memprediksi bahwa pada tahun 2030 mendatang robot-robot bisa saja sudah mengambil alih 20 juta lapangan kerja manusia di bidang manufaktur.

Seperti dilansir CNBC.com, hal itu merupakan hasil studi dari Oxford Economics, sebuah firma riset dan konsulasi privat yang berbasis di Britania Raya.

Studi itu menganalisis kecenderungan jangka panjang mengenai otomatisasi di lingkungan kerja. Disebutkan, jumlah penggunaan robot secara global dalam dua dekade terakhir sudah meningkat tiga kali lipat mencapai 2,25 juta.




Oxford Economics memprediksi dalam 11 tahun ke depan, pada tahun 2030, di China saja bisa ada 14 juta robot yang dipekerjakan.

Para peneliti ini juga memberi prediksi bahwa penggunaan robot akan memberikan keuntungan dalam konteks produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Tapi bakal ada pula masalah lain yang timbul.

"Sebagai dampak dari robotisasi, 20-an juta lapangan kerja (buat manusia) akan hilang, secara khusus ekonomi lokal yang masih mengandalkan pekerja dengan skill rendah. Hal ini akan berujung pada meningkatnya ketidaksetaraan pendapatan."




Merujuk pada studi yang sama, France24.com juga menyebut bahwa meningkatnya penggunaan robot akan membuat lapangan kerja yang tersisa nantinya tersebar tak merata bukan cuma pada skala global, melainkan di satu negara.

Robot-robot sendiri disebut sudah menempati jutaan posisi pada industri manufaktur dan kini mulai merambah ke industri yang bergerak di bidang servis atau pelayanan. Hal itu ikut didorong perkembangan visi komputer, teknologi pengenalan suara (speech recognition), dan pembelajaran oleh mesin (machine learning).


(krs/jsn)