Microsoft Hadirkan Layanan Keamanan Anyar
- detikInet
Jakarta -
Microsoft akan merilis layanan keamanan langganan bertajuk 'Client Protection'. Sedianya layanan ini akan mempermudah teknisi jaringan di perusahan-perusahaan besar guna memastikan komputer tidak menjadi mangsa spyware atau virus.Disinyalir pembuat software terbesar di dunia itu akan merilis versi uji coba layanan terkait menjelang akhir tahun. Manajer Produk Unit Teknologi Keamanan Microsoft, Scott Stanzel, mengatakan Client Protection akan mirip dengan Windows OneCare. Yakni sebuah layanan all-in-one perusahaan yang berfungsi meningkatkan keamanan personal computer (PC).Sayangnya perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington itu belum bersedia membeberkan berapa harga layanan itu atau kapan tepatnya layanan akan diluncurkan.Sementara itu, CEO Microsoft Steve Ballmer dan Wakil Presiden perusahaan yang bertanggungjawab soal keamanan, Mike Nash, telah membicarakan layanan kemananan anyar itu di konferensi pers yang berlangsung di Munich, Jerman.Selain layanan yang sifatnya terpusat itu, Microsoft juga membuat versi software-nya untuk melindungi sistim yang menjalankan pesan e-mail korporat dan kolaborasi teknologi. Produk versi uji coba yang dijuluki 'Antigen' tersebut sedianya akan dirilis di semester pertama tahun depan.Menurut Stanzel, Sybari Software Inc--salah satu dari beberapa perusahaan keamanan yang telah diakuisisi Microsoft baru-baru ini--berperan penting dalam mengembangkan produk Antigen. Pasalnya Microsoft tengah menambahkan sebuah layer perlindungan ekstra ke software yang diakuisisi saat pihaknya membeli perusahaan Sybari.Dengan Antigen, server komputer mampu menjalankan beberapa mesin pemindaian untuk kerentanan keamanan secara bersamaan. Hal ini memungkinkan berkurangnya virus berpotensi masuk.Meskipun belum ada rencana peluncuran produk dalam waktu dekat, Stanzel mengatakan Microsoft kini tengah membuat software manajemen akses dan identitas. Sebuah usaha yang berhasil meraih momentum bulan lalu yang dibuktikan dengan aksi akuisisi Microsoft terhadap Alacris Inc. akhir-akhir ini."Perusahaan kini menyadari bahwa solusi password kurang efektif," ujar Stanzel seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Jumat (7/10/2005). Bagaimanapun juga, dengan menawari pelanggan pilihan teknologi keamanan yang lebih banyak, Microsoft diramalkan akan mencuri pangsa pasar beberapa produsen software keamanan seperti Symantec Corp. dan Verisign Inc.Pada saat yang sama, Microsoft juga mengumumkan pihaknya telah membentuk apa yang disebut 'Secure IT Alliance' yang melibatkan sejumlah kompetitor. Ide itu memungkinkan perusahaan-perusahaan lain untuk dapat lebih dekat dengan Microsoft, begitu pun sebaliknya. Dengan demikian, pembangunan dan pengintegrasian produk antar perusahaan dapat terjadi secara efektif dan efisien, demi kepuasan pelanggan.Untuk diketahui saja, di tahun ketiga sejak Microsoft meluncurkan ITrustworthy Computing Initiative, raksasa software tersebut telah menghabiskan banyak waktu untuk menanggapi masalah keamanan.Mike Cherry, analis industri Directions Microsoft yang berbasis di Redmond mengatakan, layanan baru ini akan membantu perusahaan melindungi sistim komputer mereka dengan lebih baik.
(ien/)