Jumat, 24 Mei 2019 11:27 WIB

Perusahaan AS di China Cemas Jadi Sasaran Balas Dendam

Fino Yurio Kristo - detikInet
Apple Store. Foto: Jason Lee/Reuters Apple Store. Foto: Jason Lee/Reuters
Beijing - Tekanan gencar Amerika Serikat pada Huawei diprediksi takkan dibiarkan begitu saja oleh China. Tak heran jika perusahaan AS yang beroperasi di Negeri Tirai Bambu khawatir bakal jadi sasaran.

AmCham China, lembaga lobi bisnis top yang mewakili perusahaan AS di China mengatakan kekhawatiran semacam itu nyata. Sanksi pada Huawei berpotensi menaikkan eskalasi perang dagang antara AS dengan China.

"Khususnya karena keputusan untuk memasukkan Huawei dalam daftar itu. Ada kerisauan bahwa pemerintah China mungkin memutuskan untuk balas dendam pada perusahaan-perusahaan AS," sebut Tim Stratford, Chairman AnCham yang dikutip detikINET dari BBC.




"Hal itu adalah kekhawatiran yang nyata dan meningkatkan risiko seiring pihak-pihak mempertimbangkan bagaimana mereka membuat penyesuaian model bisnis," lanjutnya.

Grup ini merepresentasikan 900 perusahaan AS yang menjalin bisnis di China. Beberapa perusahaan sudah meminta agar presiden AS, Donald Trump, mengakhiri perang dagang dengan China karena dapat berdampak buruk bagi para konsumen.

Video: Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei

[Gambas:Video 20detik]



Dalam surat yang ditandatangani 173 perusahaan termasuk Nike, keputusan Trump untuk menaikkan tarif impor sampai 25% dinilai akan menimbulkan konsekuensi negatif pada kelas pekerja.

Di sektor perusahaan teknologi, Apple dinilai rentan menjadi sasaran balas dendam karena produknya termasuk paling dikenal di China. Bahkan sentimen nasionalisme membuat sebagian warga China menggeber kampanye boikot iPhone sebagai balasan atas perlakuan AS pada Huawei.




(fyk/fyk)