Minggu, 12 Mei 2019 11:57 WIB

Uber IPO, Harta Pegawai Pertamanya Tembus Rp 14 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Penampakan kantor Uber. Foto: SFChronicle Penampakan kantor Uber. Foto: SFChronicle
Jakarta - Pionir layanan transportasi online, Uber, baru saja melantai di bursa saham alias Initial Public Offering (IPO). Para pemegang sahamnya pun untung besar, termasuk pegawai pertamanya.

Namanya adalah Ryan Graves. Ceritanya pada tahun 2010, Travis Kalanick pendiri Uber, mencari seorang Product Manager melalui Twitter.


Graves yang kala itu bekerja di General Electric menawarkan diri dan diterima. Pada 1 Maret 2010, dia menjadi karyawan pertama Uber.

Sekarang setelah IPO, Uber menjadi perusahaan bernilai tinggi, lebih dari USD 75 miliar di awal perdagangan dengan saham per lembar USD 45. Saat penutupan, harga menjadi USD 42 per lembar saham dan kapitalisasi USD 69,7 miliar.

Graves yang sekarang berusia 35 tahun memiliki sejumlah saham Uber yang menjadikannya miliarder. Kekayaannya saat ini menurut Forbes lebih dari USD 1 miliar, atau sekitar Rp 14 triliun.

Kalanick pernah melontarkan pujian pada Graves yang pekerja keras. "Dari awal, kami menghabiskan waktu bekerja bersama-sama. Dia belajar soal startup dengan cepat dan bekerja keras membangun tim Uber," sebut Kalanick.

Graves pernah menjadi CEO Uber selama setahun. Kemudian sempat beberapa tahun menjadi Senior Vice President of Global Operations.


Berbagai skandal yang menerpa Uber seperti pelecehan seks dan diskriminasi membuat Graves ikut kena getahnya. Ia mundur dari Uber pada 2017 namun masih duduk di dewan direksi Uber sampai saat ini.

Graves tinggal di Hawaii bersama keluarganya, mengendalikan perusahaan investasi Saltwater yang ia dirikan. Tentunya sembari menikmati hidup dengan kekayaannya.


Uber IPO, Harta Pegawai Pertamanya Tembus Rp 14 Triliun
(mon/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed