BlueCoat Targetkan US$1 Juta di Indonesia
- detikInet
Jakarta -
BlueCoat, lewat Transition Systems Indonesia (TSA), menghadirkan ProxySG di Indonesia. Tahun 2005 ini, produk tersebut diharapkan bisa meraup penghasilan US$ 1 juta di Indonesia. ProxySG adalah sebuah perangkat jaringan yang didisain guna menyediakan visibility dan kontrol pada semua komunikasi situs, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Produk terkait ditujukan untuk pasar assembly hingga enterprise. Tetapi untuk saat ini perusahaan masih fokus ke enterprise dulu karena dinilai lebih siap."Karena produk ini baru sekitar tiga bulan dipasarkan di Indonesia, dalam satu tahun target kami sekitar US$1 juta tahun ini," papar Sugiarto Koh, Regional Sales Manager- Singapore, Indonesia, Philippines, BlueCoat Systems Inc. di hadapan wartawan di Midplaza Hotel, Jakarta, Kamis (29/9/2005).Menurut Sugiarto, pertumbuhan BlueCoat pada 2004 silam sebesar 77 persen di seluruh dunia. Diperkirakan tahun ini tingkat pertumbuhannya akan berlanjut, bahkan bisa dibilang besar.Untuk di Indonesia? "Kami belum bisa memastikan berapa persen pertumbuhan pasarnya, karena produk ini baru sekitar tiga bulan di Indonesia," ujarnya.Sugiarto menambahkan pihaknya yakin pangsa pasar produk ini besar karena pertumbuhan situs sangat pesat seiring globalisasi. Ditambah lagi aktivitas penerobos keamanan jaringan kian meningkat. Kehadiran BlueCoat diharapkan bisa mengantisipasi hal itu.Guna memasarkan produknya, perusahaan melakukan tiga strategi. Yakni merekrut partner yang bergerak di bidang jaringan dan keamanan jaringan, memposisikan diri dengan perusahaan-perusahaan besar seperti ISP, dan mengadakan seminar-seminar agar produk ini lebih dikenal di pasaran.Ketika ditanya seberapa banyak klien yang sudah memakai produk terkait, Country Manager/Managing Director PT. Transition Systems Indonesia, Agung Grahaputra, mengatakan sampai sejauh ini sekitar delapan hingga sepuluh perusahaan yang sudah diprospek. Untuk setiap proyeknya dana yang diinvestasikan bisa mencapai US$200 hingga US$300 ribu per perusahaan. Sebagai informasi, kebanyakan perusahaan memasang proxy untuk mengatur lalu lintas akses situs dalam jaringan mereka. Proxy bisa digunakan untuk mencegah penyusupan maupun untuk memfilter konten tertentu dan membatasi bandwidth.
(wicak/)