Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
IPO, Saham XL Diborong Investor Malaysia

IPO, Saham XL Diborong Investor Malaysia


- detikInet

Jakarta - Perusahaan investasi asal Malaysia, Khazanah Berhard, memborong 16,8 persen Initial Public Offering (IPO) saham PT Excelcomindo Pratama Tbk. (Excelcom) dari total yang ditawarkan ke publik sebesar 20 persen. Dengan demikian, kurang lebih 41,8 persen saham operator seluler ini dimiliki pihak asing dari Malaysia. Menurut Rudiantara, Corporate Affair Excelcom, Kamis (29/9/2005) total saham Excelcom yang dilepas ke publik sebanyak 1.427.500.000 saham atau setara dengan 20 persen jumlah saham perseroan, dengan nilai nominal Rp 100 dan harga penawaran Rp 2.000 per saham. Dengan pembelian dari Khazanah tersebut, praktis yang benar-benar dibeli investor ritel kurang dari 4 persen. Meski Khazanah menjadi pembeli mayoritas, namun manajemen Excelcom menegaskan bahwa pelepasan saham ke publik tersebar kepada 1.760 pihak. Sehingga emiten ini bisa tercatat di papan utama yang mensyaratkan kepemilikan publik lebih dari 1.000 pihak.Sedangkan pemilik saham lainya yang juga dari Malysia, Telekom Malaysia, memiliki saham sebesar 25 persen melalui Indocel Holding Sdn Bhd. Kepemilikan saham lainnya dipegang oleh PT Telekomindo Primabhakti 48 persen dan AIF (Indonesia) Ltd sebesar 10,14 persen."Telekom Malaysia menganggap investasi di Indonesia masih memiliki potensi besar. Apalagi secara foot print pasar Malaysia lokasinya sangat dekat di Indonesia. Kalau mau serius di kawasan Asia kita harus berinvestasi di Indonesia," kata Yusof Annuar Y, yang mewakili manajemen Telekom Malaysia di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (29/9/2005).Yusof menegaskan, pihaknya berkomitmen tidak akan menjual sahamnya di Excelcom, malah sebaliknya kepemilikannya akan terus ditambah. "Budaya kita tidak pernah menjual tapi berinvestasi," ujarnya.Menurut Rudiantara, mayoritas dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk meningkatkan coverage dan kapasitas transmisi. Tahun ini Excelcom menargetkan pembangunan base tranceiver station (BTS) 2.000 unit.Excelcom menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) tahun 2005 sebesar 350 juta. Sedangkan untuk periode 2005-2006 capex yang dianggarkan mencapai US$ 720-750 juta. (wicak/)







Hide Ads