Senin, 01 Apr 2019 12:46 WIB

Dua Bos 'Go-Jek Vietnam' Lengser

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Driver Go-Viet. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Driver Go-Viet. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Hanoi - CEO dan CGO (chief growth officer) dari Go-Viet dilaporkan melepas jabatannya. Tapi mereka tidak keluar melainkan mengemban posisi baru sebagai penasehat di perusahaan tersebut. Hal ini diketahui lewat pernyataan resmi dari 'Go-Jek Vietnam' sendiri.

"(Duc) Nguyen (CEO Go-Viet), akan menjalankan peran yang lebih luas lingkupnya sebagai penasihat untuk Go-Viet dan mitra strategis perusahaan bagi Go-Jek," ujarnya.

Sayangnya, penyedia jasa ride hailing itu belum memberi tahu siapa yang akan mengisi posisi CEO dan CGO yang lowong itu. Mereka hanya menyebut jajaran manajerial saat ini akan terus bertanggung jawab terhadap operasional harian.



Saat ini, Go-Viet menawarkan layanan antar-jemput kendaraan roda dua, pengiriman barang, dan pesan-antar makanan, setelah Go-Jek masuk ke Vietnam pada Agustus 2018 lalu, sebagaimana detikINET kutip dari Deal Street Asia, Senin (1/4/2019).

Ketika itu Go-Jek mengklaim bahwa baru dua bulan mengaspal, Go-Viet sudah menguasai 35% pasar ojek online (ojol) di kota Ho Chi Minh. Mereka kemudian merambah ke kota lain.

Vietnam pun menjadi negara pertama yang disambangi Go-Jek di kawasan Asia Tenggara. Belum lama ini, mereka juga meluncur di Thailand dengan menggunakan nama Get.

(mon/fyk)