Selasa, 26 Mar 2019 07:50 WIB

Mantan Bos Uber Kucurkan Dana ke Startup Logistik Indonesia

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Kargo Foto: Kargo
Jakarta - Startup Kargo Techologies berhasil menggalang dana awal sebesar USD 7,6 juta atau sekitar Rp 107,8 miliar. Uang tersebut bakal digunakan untuk mentrasformasi industri logistik Indonesia.

Sejumlah investor besar tercatat dalam pendanaan awal ini. Salah satunya Travis Kalanick, yang merupakan mantan CEO Uber. Sayangnya tidak disebutkan berapa dana yang Kalanick investasikan.

Dalam keterangan resminya, Kargo hanya menyebutkan perusahaan venture capital Sequoia Capital India yang memimpin pendanaan awal ini. Selain itu investor lain yang turut mengucurkan dananyameliputiPanduSjahrirdanAgaeti Ventures,PatrickWalujo (salahsatupendiriNorthstar Group),Intudo Ventures,Zhenfund, ATMCapitalsertaInnoven Capital.




Kargo akan menggunakan dana tahapan awalnya untuk memperkuat infrastruktur dan teknologinya. Mereka juga berencana melakukan rekrutmen besar-besaran di Indonesia untuk membangun operasi kelas dunia dan tim teknologi.

"Di kebanyakan perekonomian besar, logistik merupakan industri yang sangat besar dan tidak efisien dan karena itu berbagai platform online angkutan bermunculan di berbagai negara. Sequoia India senang sekali bisa mendukung tim Kargo yang tengah berupaya mentransformasi industri logistik di Indonesia," ujar Shailendra Singh, Managing Director at Sequoia Capital (India) Singapore.

Transformasi Logistik

Untuk diketahui Kargo Technologies menghadirkan layanan pasar online angkutan logistik yang menghubungkan shipper sektor ritel, e-commerce dan komersil dengan armada truk di seluruh Indonesia.

Kargo didirikan pada tahun 2018 oleh Tiger Fang dan Yodi Aditya. Tiger menjabat sebagai CEO, sementara Yodi menjadi CTO.

Nama Tiger sendiri bukanlah pemain baru. Dia sudah enam tahun membangun pasar online di Asia. Namanya tercatat menjadi salah satu pendiri Lazada di Thailand dan Vietnam.

Sosok Tiger berada di balik kehadiran Uber di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sempat menjabat sebagai General Manager, Tiger berhasil memperluas operasi Uber di Indonesia dan Cina Barat.




Sementara Yodi Aditya adalah software engineer yang memiliki pengalaman luas membangun platform online buat industri logistik, penerbangan dan keuangan di Indonesia dan Singapura.

Untuk memotori Kargo, Yodi dan Tiger merekrut sejumlah insinyur dan operator berpengalaman, termasuk mereka yang sebelumnya turut memperkuat Uber dan berbagai platform online besar lainnya di Indonesia.

Kargo berkeinginan dapat mentransformasi industri logistik di Tanah Air. Saat ini hampir seperempat pendapatan domestik bruto Indonesia senilai Rp 1 triliun berasal dari logistik. Namun industri ini masih terbentur masalah infrastruktur yang kurang memadai dan berbagai inefisiensi lainnya.

Dikucur Rp 107,8 Miliar, Kargo Siap Ubah Logisitik IndonesiaFoto: Kargo


Truk yang mengangkut muatan dari sentra-sentra produksi perkotaan seringkali pulang tanpa muatan. Sedangkan pengemudi truk biasanya harus menelpon berbagai pihak atau mengecek berbagai grup Whatsapp hanya untuk mendapatkan order sekali-jalan. Itu pun membutuhkan kontrak tertulis, sementara pembayaran bisa tertunggak sampai berminggu-minggu.

Berbekal teknologi yang dimilikinya, Kargo berupaya membuat proses transaksi dan pengangkutan lebih efisien, transparan dan akuntabel. Shipper, transporter dan pengemudi truk bisa berinteraksi, bertransaksi dan memantau pergerakan kiriman secara real-time di platform Kargo melalui situs www.kargo.tech, dan dalam waktu dekat, melalui aplikasi ponsel tipe Android.

Sejauh ini, sejumlah perusahaan e-commerce, toserba dan nama besar di industri FMCG sudah mengandalkan Kargo untuk memposting ratusan order tiap minggu.




"Kargo didesain untuk mengoreksi masalah ketersediaan, transparansi harga dan kurangnya kepercayaan dalam proses pembayaran melalui satu aplikasi yang gampang dipakai. Jika proses penawaran dan penerimaan order dibikin lebih efisien, maka pemakaian jumlah truk yg tersedia bakal lebih maksimal." kata Tiger.

"Semua shipper dan transporter yang terdaftar di Kargo sudah diverifikasi, sehingga bisa dipercaya dan dijamin kualitasnya. Sistem seperti ini bisa bantu menaikkan potensi penghasilan para pengemudi truk, dan memastikan takkan ada lagi truk balikan kosong melintas di ruas-ruas jalan antar-kota Indonesia," pungkasnya.
(afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed