Senin, 25 Mar 2019 23:00 WIB

Besarnya Tantangan buat Para Perempuan Pendiri Startup

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta - Menjadi perempuan di industri yang didominasi oleh laki-laki punya tantangan tersendiri. Buat para pendiri startup pun demikian.

Hal ini juga menjadi perhatian Managing Partner Simona Ventures Putri Izzati. Ia mengatakan bahwa tidak hanya dari industri, para perempuan pendiri startup juga memiliki tantangan dari lingkungan sosialnya.

"Mereka dihadapi pilihan misalnya musti ngurus anak, musti kerja, terus pressure dari orang-orang kayak jadi perempuan harus begini, itu yang tentu tidak dialami laki-laki," kata Putri saat ditemui di Menara by Kibar, Jakarta, Senin (25/3/2019).




Saat berhadapan dengan calon investor pun lebih sulit untuk menjual produk dan layanan mereka, sekalipun produk tersebut ditujukan untuk segmen perempuan. Ini dikarenakan investor yang mereka temui juga didominasi oleh laki-laki, yang tidak menggunakan produk tersebut atau tidak melihat bisnis tersebut bisa menguntungkan.

"Ada riset yang pernah saya baca dari total VC funds yang pernah dikeluarkan yang pernah di-invest ke founder perempuan itu cuma sekitar 3% dari total dan sisanya ke founder laki-laki," jelas Putri.

"Karena masalah perspektif tadi itu, karena nggak ada diversity segala macam mereka kesulitan untuk convincing investor terkait bahwa produk mereka invest-able," sambungnya.

Walaupun begitu, Putri tetap ingin mendorong entrepeneur dan perempuan Indonesia yang bermimpi untuk mendirikan startup untuk tetap bersemangat. Ia pun memiliki beberapa masukan untuk mereka, salah satunya agar terus berdiskusi dengan perempuan pendiri startup yang telah terjun duluan.




"At least dia bisa kasih pandangan gitu. Karena dengan dengar cerita mereka kita bisa tahun tantangan apa yang mereka hadapi. Jadi bisa tanya-tanya dan mereka bisa kasih masukan kira-kira gimana untuk eksekusi," jelas Putri.

Tidak hanya mencari dukungan dan bantuan dari pendiri lain, Putri juga menyarankan untuk memiliki support system yang memahami tujuan. Hal ini penting karena masih banyak tekanan sosial yang dialami oleh perempuan Indonesia.

"Menurut saya penting punya support system keluarga atau teman yang memang paham dan mau support pilihan yang akan dibuat ketika kita memutuskan menjadi entrepreneur. Karena kalau nggak akan susah banget," pungkasnya.


(vim/krs)