Selasa, 05 Mar 2019 07:56 WIB

Halodoc Dapat Kucuran Dana Segar Rp 918 Miliar, Mau buat Apa?

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Halodoc mengumumkan bahwa pihaknya menerima kucuran dana baru. Jumlahnya cukup besar, mencapai USD 65 juta atau sekitar Rp 918 miliar.

Ini merupakan pendanaan terbesar kedua Halodoc sejak didirikan pada April 2016. Kucuran modal baru ini merupakan bagian dari pendanaan seri B. Investor utamanya UOB Venture managemen, selain itu ada nama Singtel Innov8, Korea Investment Partners, WuXi AppTec serta beberapa pengucur dana ke Halodoc terdahulu.


"Visi Halodoc adalah menggunakan teknologi untuk memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kesehatan yang terbatas di negara yang luas seperti Indonesia. Investasi kami di Halodoc ini merefleksikan pendekatan investasi bertanggung jawab untuk mendukung kemajuan ekonomi dan sosial," kata Kian-Wee Seah, Managing Director dan CEO UOB Venture Management dalam keterangan resminya yang diterima detikINET, Senin (4/3/2019).


Rencananya Halodoc akan menggunakan dana invetasi barunya ini untuk kelanjutan pembangunan teknologi dan infrastruktur layanan kesehatan, sekaligus memperluas kerjasama strategis dengan berbagai rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Indonesia baik online ataupun offline. Saat ini Halodoc telah bekerja sama dengan lebih dari 1.400 rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Indonesia guna meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Untuk diketahui Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs internet yang memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20.000 dokter berlisensi di Indonesia, kapanpun dan dimanapun. Demi kenyamanan, pengguna juga dapat melakukan pemesanan cek laboratorium yang dapat dilakukan di rumah serta melakukan pemesanan obat melalui aplikasi di 1.300 apotek rekanan yang dapat diantar dalam waktu kurang dari 1 jam.

Helodoc Dapat Kucuran Dana Segar Rp 918 Miliar, Mau Apa?Foto: Rengga Sancaya


Penggunaan platform Halodoc di tahun 2018 meningkat sebesar 2.500%, melebihi ekspektasi awal mereka. Ini mencerminkan betapa tingginya permintaan akan kenyamanan dan kemudahan akses layanan kesehatan. Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa yang tersebar di 17.000 pulau, akses layanan kesehatan yang andal dan dapat dipercaya masih menjadi salah satu masalah besar di beberapa wilayah di Indonesia.

Berdasarkan data Frost and Sullivan, nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 21 triliun pada 2019, meningkat dari USD 7 triliun di 2014. Halodoc mencoba mentransformasikan sektor kesehatan melalui pemanfaatan teknologi yang mutakhir dan solusi yang inovatif.

Atas usahanya itu Halodoc dinobatkan sebagai "Most Innovative Start-up in Asia" pada November 2018 oleh Galen Growth Asia, sebuah organisasi yang mengamati ekosistem startup kesehatan di Asia Pasifik.


"Dua tahun terakhir ini, kami mengalami perkembangan yang pesat sebagai platform digital kesehatan yang terkemuka di Indonesia. Sampai hari ini, Halodoc telah memberikan layanan kesehatan yang nyaman dan terpercaya bagi 2 juta penggunanya setiap bulan, dimana setengahnya berada di luar Pulau Jawa," kata Jonathan Sudharta, Founder dan Chief Executive Officer Halodoc.

"Terdapat potensi yang besar bagi kami untuk memanfaatkan teknologi guna memperluas jangkauan layanan kesehatan konvensional, serta menyediakan akses kesehatan yang lebih baik bagi populasi besar Indonesia. Investasi dan kerja sama strategis ini memungkinkan kami untuk mempercepat upaya dalam pembangunan platform digital yang dapat meningkatkan akses dan kenyamanan bagi jutaan pengguna di Indonesia," tandasnya. (afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed